Danang Arif Darmawan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Difabel Berdaya Melepas Stigma: Pengalaman PT Pupuk Kalimantan Timur Membangun Partisipasi Warga dalam Program CSR Kampung Aren Berdaya Ramah Difabel Pramadha, Rezaldi Alief; Darmawan, Danang Arif; Kemilau , Filipi Ayinnoel Cahaya Putra
INKLUSI Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijds.100204

Abstract

Negative stigma towards difabled groups often hamperd community participation which requiered in creation of difabled-friendly environment . The study analyzes the success of Difabled Friendly Aren Village (KBRD) Program in mobilizing community participation to create inclusive environment. The study use qualitative research methods with descriptive approach within the framework analysis of induced participation. The study found that empowered Children with Special Needs (CSN) was able increasing communities' literacy regarding difabilities, eliminate the negative stigma towards CSN, and build the social capital between CSN and community. All of this simultaneously paves the way for increasing community participation in the program. Collaboration of multiple actors such as Permata Bunda Business Incubation (Inbis) (civil society), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) (private sector), and local government leader played privotal role in realization of the KBRD. The study confirms the sandwich movement concept and the twintrack model according to the biopsychosocial paradigm. Stigma negatif terhadap kelompok difabel sering menghambat partisipasi masyarakat yang dibutuhkan dalam upaya mewujudkan lingkungan ramah difabel. Kajian ini menganalisis keberhasilan program Kampung Aren Ramah Difabel (KBRD) dalam menggalang partisipasi masyarakat mewujudkan lingkungan yang inklusif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam kerangka analisis penumbuhan partisipasi. Studi ini menemukan bahwa keberdayaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mampu meningkatkan literasi warga mengenai difabilitas, menghilangkan stigma negatif terhadap ABK, dan membangun modal sosial ABK dengan warga. Kesemuanya secara bersamaan membuka jalan untuk menumbuhkan partisipasi warga pada program KBRD. Kolaborasi aktor dari tiga sektor yaitu Inkubasi Bisnis (Inbis) Permata Bunda (masyarakat sipil), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) (sektor swasta), dan tokoh pemerintah lokal berperan penting dalam penumbuhan partisipasi warga membangun KBRD. Studi ini mengkonfirmasi konsep sandwich movement dan model twintrack sesuai paradigma biopsikososial.
Pemberdayaan Masyarakat Adat melalui Pariwisata Ilmiah: Pembelajaran dari Kampung Persiapan Malasigi di Provinsi Papua Barat Daya Kafa Abdallah Kafaa; Wahid Nur Kartiko; Harsanto Mursyid; Danang Arif Darmawan
Journal of Social Development Studies Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Department of Social Development and Welfare, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsds.27346

Abstract

Artikel ini menganalisis peran pariwisata ilmiah sebagai strategi pemberdayaan masyarakat multipihak dalam konteks masyarakat adat di Kampung Persiapan Malasigi, Provinsi Papua Barat Daya. Dengan mengadopsi perspektif pariwisata ilmiah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, penelitian ini menunjukkan bagaimana integrasi pengetahuan lokal, konservasi ekologis, dan inovasi kolaboratif dapat memperkuat agensi sosial dan ekonomi masyarakat adat. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang pengambilan datanya dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata ilmiah tidak hanya mendiversifikasi sumber pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan memperluas legitimasi sosial melalui praktik wisata berbasis pengetahuan. Dalam hal ini, kolaborasi multipihak seperti FFI sebagai NGO konservasi, PT Pertamina EP Papua Field sebagai penyelenggara Program CSR MATA HATI MALASIGI, dan masyarakat adat Malasigi sebagai aktor utama telah berperan sebagai fasilitator kolaboratif yang memperkuat kapasitas lokal secara etis dan adaptif melalui pemberdayaan berbasis masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Adat melalui Pariwisata Ilmiah: Pembelajaran dari Kampung Persiapan Malasigi di Provinsi Papua Barat Daya Kafa Abdallah Kafaa; Wahid Nur Kartiko; Harsanto Mursyid; Danang Arif Darmawan
Journal of Social Development Studies Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Department of Social Development and Welfare, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsds.27346

Abstract

Artikel ini menganalisis peran pariwisata ilmiah sebagai strategi pemberdayaan masyarakat multipihak dalam konteks masyarakat adat di Kampung Persiapan Malasigi, Provinsi Papua Barat Daya. Dengan mengadopsi perspektif pariwisata ilmiah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, penelitian ini menunjukkan bagaimana integrasi pengetahuan lokal, konservasi ekologis, dan inovasi kolaboratif dapat memperkuat agensi sosial dan ekonomi masyarakat adat. Adapun penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang pengambilan datanya dilakukan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan Focus Group Discussion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata ilmiah tidak hanya mendiversifikasi sumber pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan memperluas legitimasi sosial melalui praktik wisata berbasis pengetahuan. Dalam hal ini, kolaborasi multipihak seperti FFI sebagai NGO konservasi, PT Pertamina EP Papua Field sebagai penyelenggara Program CSR MATA HATI MALASIGI, dan masyarakat adat Malasigi sebagai aktor utama telah berperan sebagai fasilitator kolaboratif yang memperkuat kapasitas lokal secara etis dan adaptif melalui pemberdayaan berbasis masyarakat.