Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Media Sosial dalam Mencegah Bahaya Radikalisme di Kalangan Generasi Muda Teresia Anin; Anjulin Yonathan Kamlasi; Fredik Lambertus Kollo; Triyanti Gloria Dubu; Eroi Marten Selan; Dedi Riwu
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3667

Abstract

Radikalisme menjadi fenomena global yang mengancam stabilitas sosial, politik, dan keamanan, termasuk di Indonesia. Generasi muda sebagai kelompok yang aktif di dunia digital menjadi sasaran empuk penyebaran ideologi radikal melalui media sosial. Masifnya perkembangan teknologi informasi mempercepat penyebaran paham radikal melalui konten-konten provokatif yang dikemas secara kreatif dan persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mencegah bahaya radikalisme di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dokumen pemerintah, dan laporan penelitian yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran strategis sebagai instrumen pencegahan radikalisme melalui penyebaran narasi tandingan yang positif, kreatif, dan kontekstual. Strategi kontra-narasi efektif dilakukan dengan memproduksi konten yang menonjolkan nilai toleransi, kebinekaan, dan nasionalisme, disertai peningkatan literasi digital generasi muda agar mampu menyaring informasi secara kritis. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh agama, komunitas digital, dan influencer menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bebas dari pengaruh ideologi radikal. Oleh karena itu, optimalisasi media sosial yang berbasis edukasi dan kolaborasi lintas aktor menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya tahan generasi muda terhadap ancaman radikalisme.