Lugu, Perlindungan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kritik Kenabian Dalam Yeremia 23:9-40 dan Implikasinya Terhadap Fenomena Disinformasi di Era Digital Lugu, Perlindungan; Kriswanto , Agus
Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46974/ms.v6i2.161

Abstract

The rapid development of digital technology has accelerated and expanded the spread of misinformation and disinformation, affecting various aspects of life, including political, social, and religious spheres. This study analyzes the prophetic critique in Jeremiah 23:9–40 against false prophets and explores its implications for addressing contemporary challenges of disinformation. Employing a qualitative method with a literature-based approach, the research seeks to identify parallels between the misleading practices of false prophets in Jeremiah’s time and modern figures who disseminate false information for personal or group interests. The findings indicate that false prophets in the era of Jeremiah manipulated religious teachings for personal and political gain, a pattern comparable to contemporary influencers or public figures who spread disinformation for ideological purposes or financial benefit, either directly or through social media. These findings underscore the importance of theological literacy, critical awareness, and ethical leadership in resisting the erosion of truth within the open digital public sphere. This study further contributes to ongoing discussions on the role of biblical principles in guiding faith communities to engage with and respond to disinformation in the digital age in a wise and responsible manner.
Kutukilah Allahmu dan Matilah: Membongkar Jeritan Istri Ayub yang Menderita dalam Perspektif Pastoral Simanjuntak, Parlaungan Christoffel; Lugu, Perlindungan
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 7, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v7i1.532

Abstract

Abstrak: Kitab Ayub menghadirkan kisah penderitaan seorang tokoh saleh yang tetap setia kepada Allah, namun di balik figur utama tersebut tersembunyi sosok istri Ayub yang dalam berbagai tafsir biblika maupun kajian literatur kerap ditempatkan di pinggiran narasi. Ucapannya, “Kutukilah Allahmu dan matilah” (Ayub 2:9), sering dimaknai sebagai wujud ketidaksetiaan, padahal teks secara implisit juga merekam penderitaannya yang tidak kalah mendalam, yakni kehilangan anak, harta, dan harapan masa depan, terutama dalam kerangka budaya patriarki Timur Dekat Kuno yang membatasi ruang eksistensial perempuan. Penelitian ini berupaya merehabilitasi suara istri Ayub dengan menempatkannya sebagai bagian integral dari narasi penderitaan, bukan semata-mata sebagai penggoda iman, melainkan sebagai pribadi yang turut menanggung trauma eksistensial. Melalui pendekatan tafsir biblika yang dipadukan dengan refleksi pastoral-trauma, kajian ini mengungkap bahwa jeritan istri Ayub dapat dipahami sebagai tangisan iman yang lahir dari keterpurukan manusiawi dan sekaligus sebagai bentuk protes eksistensial terhadap realitas yang tidak tertanggungkan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan urgensi membaca teks Kitab Ayub secara empatik, kritis, dan holistik, sehingga membuka kemungkinan refleksi pastoral yang menekankan pengakuan, pendampingan, serta pemulihan bagi mereka yang menderita.Kata kunci: Ayub, Istri Ayub, Penderitaan, Trauma, Pastoral, Biblika, Patriarki