Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keabsahan Perwalian Anak yang Diasuh oleh Panti Asuhan: Studi Kasus Yayasan Panti Asuhan di Kabupaten Mandailing Natal Lubis, Alwi Ibrahim; Halomoan Hsb, Putra
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/w4a2dj78

Abstract

Penelitian ini mengkaji prosedur serta keabsahan perwalian anak yang diasuh oleh yayasan panti asuhan di Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan mengkaji ketentuan peraturan perundang-undangan terkait perwalian anak dan mengaitkannya dengan praktik pengasuhan yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan anak di panti asuhan pada umumnya dilakukan secara sederhana dan informal, yaitu hanya berdasarkan surat pernyataan penyerahan anak dari orang tua atau keluarga tanpa melalui penetapan perwalian oleh pengadilan. Sebagian besar anak asuh berasal dari keluarga kurang mampu atau memiliki latar belakang keluarga yang tidak diketahui, sehingga pengasuhan dialihkan kepada panti asuhan tanpa prosedur hukum yang formal. Secara yuridis, yayasan panti asuhan yang mengasuh anak-anak tersebut tidak memiliki kedudukan hukum yang sah sebagai wali karena tidak adanya penetapan perwalian oleh pengadilan maupun penunjukan melalui wasiat orang tua. Meskipun kenyataannya yayasan telah menjalankan fungsi pengasuhan dan perlindungan anak, namun kewenangan tersebut hanya bersifat sosial dan tidak dapat disamakan dengan perwalian dalam arti hukum. Kurangnya pemahaman pengurus yayasan terhadap mekanisme hukum perwalian turut menyebabkan tidak terpenuhinya aspek keabsahan perwalian anak. Maka dari itu, diperlukan langkah-langkah hukum melalui pengajuan permohonan penetapan perwalian ke pengadilan guna memberikan kepastian hukum serta menjamin perlindungan hak-hak anak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menelaah Kembali Peran Maṣlaḥah sebagai Sumber, Metode, dan Tujuan Hukum Islam Lubis, Alwi Ibrahim; Harahap, Anri Habibi; Hasanah, Uswatun
Al-Faruq: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Faruq : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-faruq.v5i1.4643

Abstract

Maṣlaḥah constitutes a fundamental principle in Islamic law, functioning not only as a legal objective but also as a source and method of legal reasoning. This article revisits the concept of maṣlaḥah, with particular attention to maṣlaḥah mursalah as a basis for ijtihād in situations where no explicit textual evidence is available, and examines its relationship with maqāṣid al-syarī’ah. Through an analytical review of the thought of classical and modern scholars such as al-Ghazali, Abd al-Wahhab Khallaf, and Najm al-Din al-Thufi, this study demonstrates a spectrum of approaches to maṣlaḥah, ranging from restrictive to more progressive interpretations. Furthermore, the classification of maṣlaḥah into three levels: ḍarūriyyah, ḥājiyyah, and taḥsīniyyah, highlights its crucial role in maintaining the relevance, flexibility, and normative orientation of Islamic law amid social change. This article argues that maṣlaḥah is not merely a complementary element in Islamic legal theory, but a central instrument in realizing public welfare and safeguarding the higher objectives of the sharia.