Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesejahteraan dan Bela Negara di Indonesia: Kajian Literatur Perspektif Kewargaan Hasani, Nebula Fauzan; Azmy, Ana Sabhana
Jurnal DinamikA Vol 6, No 2 (2025): Jurnal DinamikA
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/dinamika.v6i2.153-182

Abstract

This research explores the relationship between state defence awareness, citizenship, and welfare based on an analysis of literature over the past ten years. Citizenship is understood through the perspective of T.H. Marshall's theory that integrates civil, political, and social rights, as well as Hiariej and Stokke's approach that sees citizenship as a dynamic social practice. This research uses the literature study method by collecting literature reviews over the past 10 years related to welfare and state defence. The results of the analysis show that the fulfilment of social rights, such as access to education and health, is an important element in strengthening active citizen participation in state defence. Poverty alleviation through inclusive policies proves to be a prerequisite for strengthening inclusive citizenship and national solidarity. In terms of education, civic education plays an important role in instilling values of nationalism, solidarity, and social responsibility, which expands the meaning of state defence to the social and economic spheres. Thus, the results of this study emphasise the importance of integration between welfare, citizenship, and state defence to create a just, cohesive, and resilient society.
DINAMIKA HAK ASASI MANUSIA DAN BELA NEGARA: ANTARA KEWAJIBAN KONSTITUSIONAL DAN KEBEBASAN INDIVIDU Hasani, Nebula Fauzan; Ridwan, Ridwan
Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Vol 16, No 1 (2026): Jurnal Pertahanan dan Bela Negara
Publisher : Republic of Indonesia Defense University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33172/jpbh.v16i1.19992

Abstract

Kewajiban bela negara merupakan prinsip konstitusional dalam sistem pertahanan Indonesia, namun implementasinya memicu diskursus mengenai harmonisasi antara kewajiban warga negara dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Penelitian ini menganalisis kebijakan bela negara Indonesia dalam kerangka HAM melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur komparatif terhadap model kebijakan di Korea Selatan, Swiss, dan Finlandia. Penelitian ini mengkaji kontradiksi antara kewajiban konstitusional bela negara dan perlindungan hak individu, serta menawarkan kerangka kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan nasional dengan kebebasan sipil. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara regulasi bela negara yang menekankan partisipasi warga negara dengan mekanisme perlindungan hak, khususnya terkait prinsip kesukarelaan, hak keberatan berdasarkan keyakinan (conscientious objection), dan ketersediaan jalur partisipasi non-militer. Studi komparatif menyimpulkan bahwa integrasi pertahanan nasional dan HAM dapat dicapai melalui layanan sipil alternatif, tem pertahanan berbasis masyarakat, serta tata kelola mobilisasi yang transparan. Penelitian ini mengusulkan konsep harmonisasi bela negara dan HAM dalam sistem pertahanan Indonesia yang inklusif.