Body dissatisfaction telah menjadi isu penting pada kalangan remaja perempuan, terutama di era media sosial yang telah menciptakan ekspektasi yang tidak realistis. Di antara dampak tekanan terhadap kesehatan mental, salah satunya adalah munculnya kecemasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body dissatisfaction terhadap kecendererungan kecemasan sosial pada remaja perempuan pengguna media di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Sebanyak 391 perempuan berusia 12 hingga 22 tahun dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Body Shape Questionnaire (BSQ-34) dan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A). Hasil analisis regresi linier menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara body dissatisfaction dan kecemasan sosial, dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai R2 sebesar 0,883 (88,3%). Mayoritas responden melaporkan tingkat body dissatisfaction yang tinggi (71,6%) dan kecemasan sosial yang tinggi (77,2%). Selain itu, ditemukan bahwa durasi penggunaan media sosial memiliki perbedaan signifikan terhadap tingkat kecemasan sosial, di mana penggunaan yang lebih lama cenderung meningkatkan kecemasan sosial. Namun, tidak ada perbedaan signifikan dalam kecemasan sosial berdasarkan tingkat pendidikan. Keterbaruan penelitian ini terletak pada fokus yang diarahkan secara spesifik pada remaja perempuan pengguna media sosial di Kabupaten Karawang, sebuah populasi yang jarang diteliti dalam konteks hubungan antara body dissatisfaction dan kecemasan sosial.