Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fertigasi Otomatis Nirdaya Berbentuk Jaring Laba-laba (Lingko) Abas, Rizan; Mustofa, Mustofa; Hariadi, Hariadi; Akuba, Syamsu
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 10 No 2 (2025): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v10i2.1539

Abstract

Pertanian Indonesia menghadapi tantangan berupa keterbatasan air, perubahan iklim, dan tuntutan peningkatan efisiensi produksi. Teknologi fertigasi menjadi salah satu solusi yang mampu meningkatkan pemanfaatan air dan nutrisi secara presisi. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi kinerja sistem fertigasi otomatis nirdaya berbasis desain lingko yang memanfaatkan gaya gravitasi tanpa kebutuhan energi listrik. Sistem dirancang menggunakan drum penampung berkapasitas 80 L, pipa PVC berbagai ukuran, serta mekanisme pengontrol ketinggian air otomatis. Tanaman uji adalah kangkung darat (Ipomoea reptans), dengan parameter pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, panjang batang, panjang helai daun, dan jumlah daun selama periode 32 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain fertigasi nirdaya berbentuk lingko mampu mendistribusikan air dan nutrisi secara relatif merata ke seluruh ring. Rata-rata tinggi tanaman berada pada kisaran 17,9-18,1 cm, panjang batang 12,5-12,8 cm, panjang helai daun 6,5-6,8 cm, serta jumlah daun 9-11 helai. Ring 1 menunjukkan keunggulan pada pembentukan daun, Ring 2 pada pemanjangan batang, sementara Ring 3 memberikan pertumbuhan yang stabil. Variasi antar ring dipengaruhi oleh jarak distribusi, perbedaan tekanan aliran, serta faktor lingkungan seperti intensitas cahaya dan kondisi media tanam. Temuan ini membuktikan bahwa sistem fertigasi otomatis nirdaya berbasis desain lingko efektif, hemat energi, dan berpotensi menjadi teknologi tepat guna untuk pertanian berkelanjutan, khususnya pada daerah dengan keterbatasan akses energi listrik. Pengembangan skala lebih luas dan pengujian pada komoditas lain direkomendasikan untuk meningkatkan potensi penerapannya dalam sistem budidaya modern.