Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

UPAYA MANAJEMEN DALAM MENINGKATKAN LABA (STUDI KASUS PADA PERUSDA PERCETAKAN KOTA SEMARANG ) Hendra Wijaya; Nasron Alfianto; Fajar Akriana
Jurnal Dinamika Sosial Budaya Vol 20, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.75 KB) | DOI: 10.26623/jdsb.v20i1.1232

Abstract

Pada era persaingan ekonomi yang semakin tajam, menjadi tuntutan utama bagi setiap pelaku ekonomi  termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusahaan Daerah (PD) sebagai pelaku ekonomi di Daerah untuk meningkatkan kinerjanya, agar mampu bersaing  dengan perusahaan lain yang sudah terlebih dahulu kuat dalam berbagai aspek; aspek permodalan,  kemampuan pemasaran, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) , dan faktor-faktor lainnya. Dengan sumber daya yang sangat terbatas dan minim Perusahaan Daerah  Percetakan Kota Semarang mulai mengembangkan usahanya dimana tahun 2009 dan 2010 mengalami kerugian yang cukup besar. Manajemen telah berusaha dengan mengoptimalkan sumber sumber daya yang ada, yaitu Sumber daya manusia , Sarana prasarana produksi , Pemasaran , dan Modal Kerja dari pemerintah kota Semarang  maupun hutang bank.Upaya manajemen tersebut dapat berhasil  menciptakan efisien produksi dan memperluas pangsa pasar sehingga omzet penjualan meningkat.  Perusahaan mulai  tahun 2011 sampai dengan 2017 mengalami perkembangan yang cukup signifikan yaitu dengan memperoleh laba yang semakin baik dan telah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota Semarang.
Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Sesuai Dengan ISAK 35 Bagi Entitas Non Laba Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Kota Semarang Abdul Manan; Rusdiana Permanasari; Nanang Ari Utomo; Fajar Akriana NR
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v3i1.1149

Abstract

This Community Service Program (PkM) aims to implement financial reports, especially for non-profit organizations through groups of social organizations that are members of the Indonesian Radio Antar Masyarakat (RAPI) organization in the Semarang City Region. The implementation of community service first identifies and assesses internal organizational factors that influence how the organization prepares its financial reports. This community service is carried out using the socialization and training methods, making financial reports, especially for non-profit organizations in accordance with ISAK 35. The Indonesian Radio Antar Masyarakat (RAPI) Organization in the Semarang City Region has an organization at the local level or sub-district level or a combination of several sub-districts, with a total of 17 administrators from five local and regional administrators present. In addition to providing an understanding and explanation of financial reports in general and in particular financial reports for non-profit organizations, there are differences, so that in preparing financial reports must be in accordance with applicable regulations. Because financial reports for profit-oriented organizations with non-profit-oriented organizations are different. It is hoped that with the existence of financial reports in accordance with ISAK 35, organizations that manage finances from member sources or the government through grants are expected to be an effort to increase transparency and accountability of the organization. Keywords: Financial Reports of Non-Profit Organizations, ISAK 35
Accounting for Coastal Sustainability: A Political Economy Analysis of Environmental Cost Distribution and Local Governance Risti Ulfi Hanifah; Candra Safitri; Ahmad Sahri Romadon; Fajar Akriana Nila Relita
Advances in Accounting Innovation Vol. 2 No. 1 (2025): August
Publisher : Inovasi Analisis Data

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69725/aai.v2i1.230

Abstract

Purpose - This study examines the integration of green accounting practices and participatory governance mechanisms in advancing sustainable village development in Indonesia.Design/methodology/approach - A mixed-methods approach combining quantitative surveys and qualitative case studies was employed across 15 villages in Central Java to analyze the interconnected roles of environmental accounting systems and community participation.Findings - The results indicate that villages implementing comprehensive green accounting frameworks demonstrate 35% better environmental outcomes and 28% higher community satisfaction. Participatory governance structures significantly enhance transparency and resource allocation efficiency.Originality/value - This research contributes to sustainable development literature by providing empirical evidence of accounting-governance synergies at the local level and offers a unified framework for integrating environmental and social dimensions.Research implications - The findings offer theoretical insights for advancing research on sustainable rural development and provide practical guidance for policymakers seeking to implement integrated environmental accounting systems.
Merancang Strategi Financial Dan Logistik Untuk Generasi Emas Bebas Stunting Erlina Dewi Endah Amaliyah; Endang Sarwiningsih Setyawulan; Andhy Tri Adriyanto; Bonita Prabasari; Fajar Akriana Nila Relita
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kadw1y86

Abstract

Di Indonesia, angka stunting pada 2024 mencapai 19,8% atau 4.482.340 balita. Jawa Tengah menempati peringkat terbesar kelima dengan jumlah 485.893 balita stunting. Angka ini harus ditekan sehingga tidak kembali melonjak. Pemerintah melibatkan berbagai pihak mulai dari Kementerian hingga rumah tangga dalam mengatasi stunting. Demikian pula dengan Dinas Ketahanan Pangan. Dalam mencegah stunting, telah banyak upaya yang dilakukan mulai dari membantu meningkatkan ketersediaan dan akses bahan pangan bergizi, penyaluran makanan berprotein, pelatihan pengolahan pangan lokal, hingga edukasi pentingnya gizi pada anak. Akan tetapi pembekalan tentang ketrampilan mengelola sumber daya finansial dan logistik dalam upaya pemenuhan nutrisi pada anak masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang menggandeng akademisi dari Universitas Semarang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat untuk membagikan pengetahuan tentang merancang strategi finansial dan logistik untuk generasi emas bebas stunting kepada ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan tentang strategi finansial dan strategi manajemen logistik bahan makanan bergizi keluarga supaya mampu merencanakan anggaran belanja bahan makanan yang bergizi secara efektif, efisien dan sustainable. Pengukuran pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan dilakukan menggunakan pretest dan posttest. Secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman peserta terkait merancang strategi keuangan dan logistik untuk generasi emas bebas stunting  
ANALISIS PERILAKU HERDING PADA SAHAM IPO DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2010-2019 Fajar Akriana; Nur Hasanah
Solusi Vol. 20 No. 1 (2022): January
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v20i1.4706

Abstract

ABSTRAK (TNR 10)  Perkembangan Bursa Efek Indonesi (BEI) hingga akhir tahun 2019 mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Jumlah perusahaan yang melakukan IPO (Initial Public Offering) selama dua tahun berturut-turut mencatat rekor tertinggi dalam sejarah berdirinya Pasar Modal di Indonesia yaitu sejak 1977. Disamping itu, harga sahamnya cenderung mengalami underpricing yaitu harga di pasar perdana  lebih rendah daripada harga saham di hari pertama di pasar sekunder atau jumlahnya mencapai 91,6% dari jumlah yang listing sebanyak 146 perusahan. Fenomena tersebut dapat disebabkan adanya perilaku herding (Supriyanto, 2020).Namun dari beberapa hasil penelitian masih ada perbedaaan temuan seperti yang dilakukan oleh Renoldy dan Lucky (2018) dan Arisanti dan Asri, Marwan  (2018) menyimpulkan masih ada indikasi perilaku herding saat IPO di BEI, tapi hasil penelitian yang dilakukan Ismiyanti dan Fuad Armansyah (2010) tidak melihat adanya indikasi perilaku herding. Oleh karena itu sangat menarik untuk mengkaji lebih lanjut penelitian yang sejenis, tapi dengan periode pengamatan yang jauh lebih lama yaitu 10 tahun atau dari tahun 2010 2019.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa tidak terjadi aktifitas herding yang signifikan sampai dengan hari ke-29 setelah penawaran perdana saham dan tidak ditemukan hubungan non linier yang signifikan antara CSAD dan return pasar. Dari sini dapat disimpulkan bahwa investor cenderung bertindak rasional dalam mengambil keputusan baik untuk membeli atau menjual saham dan bukan mengikuti konsensus pasar dalam bertransaksi di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2010 -2019.  Kata kunci: IPO, Underpricing, Perilaku herding, pasar perdana dan pasar sekunder  bstract  The development of the Indonesian Stock Exchange (IDX) until the end of 2019 experienced a very significant jump. The number of companies that made IPOs (Initial Public Offerings) for two consecutive years recorded the highest record in the history of the establishment of the Capital Market in Indonesia, namely since 1977. In addition, the stock price tends to experience underpricing, namely the price on the primary market is much lower than the stock price in Indonesia. the first day on the secondary market, or the number reached 91.6% of the total listings of 146 companies. This phenomenon can be caused by herding behavior (Supriyanto, 2020).However, from several research results, there are still differences in findings such as those made by Renoldy and Lucky (2018) and Arisanti and Asri, Marwan (2018) concluded that there are still indications of herding behavior during IPO on the IDX, but the results of research from Ismiyanti and Fuad Armansyah (2010) see no indication of herding behavior. Therefore, it is very interesting to further study similar research, but with a much longer observation period of 10 years or from 2010 - 2019.Based on the research results, it can be seen that there was no significant herding activity until the 29th day after the initial offering of shares and there was no significant non-linear relationship between CSAD and market returns. From this it can be concluded that investors tend to act rationally in making decisions whether to buy or sell stocks and not to follow market consensus in transacting on the Indonesia Stock Exchange during the period 2010-2019.  Keywords: IPO, underpricing, herding behavior, local and secondary markets
Peran Mediasi Kepuasan dalam Meningkatkan Loyalitas Penumpang Kapal Nurul Juwariyah; Nur Hasanah; Fajar Akriana
Solusi Vol. 22 No. 3 (2024): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v22i3.9065

Abstract

Pelayaran adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan di peraiaran, ke pelabuhan, serta keamanan dan keselamatannya.  Salah satu Perusahaan transportasi laut yang ada di Indonesia adalah PT.Pelayaran Indonesia (PELNI). Dari data  terlihat bahwa terjadi kenaikan jumlah penumpang di tahun 2021 dan 2023, serta pada tahun 2023 sampai dengan bulan Agustus telah mencapai 95.086 penumpang. Latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Kualitas Layanan dan Customer Experience Terhadap Loyalitas yang Dimediasi Oleh Kepuasan Pada Penumpang Kapal di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden. Dalam penelitian ini, terdapat 2 variabel independen (X1) dan (X2), satu variabel intervening (Z) dan satu variabel dependen (Y).Di dalam penelitian ini, sampling yang digunakan adalah non probability sampling dengan Teknik accidental sampling. Dalam penelitian ini, menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian diperoleh banwa Variabel Kualitas layanan dan  customer experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan. Hal ini dapat diartikan  bahwa jika kualitas layanan dan customer experience semakin baik maka kepuasan akan meningkat. Variabel kualitas layanan dan kepuasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas. Hal ini dapat diartikan bahwa jika kualitas layanan semakin baik maka loyalitas akan Meningkat. Begitu juga dengan  kepuasan penumpang yang  semakin baik maka loyalitas juga akan meningkat. Variabel customer experience tidak berpengaruh terhadap loyalitas. Variabel kepuasan mampu memediasi kualitas layanan terhadap loyalitas. Dan Kepuasan mampu memediasi customer experience terhadap loyalitas.
Pengaruh Coretax dan Tarif Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak yang dimoderasi Sosialisasi Pajak pada UMKM Paguyuban Fokkus Hebat Semarang Candra Safitri; Risti Ulfi Hanifah; Fajar Akriana Nila Relita; Nur Hasanah
Moneter : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober : Moneter : Jurnal Ekonomi dan Keuangan
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/moneter.v4i4.2669

Abstract

Taxation is the primary contributor to Indonesia's national budget, with the MSME sector holding significant potential by contributing 61.9% to the GDP; however, MSME tax compliance remains low at approximately 13%. This research aims to empirically examine the influence of the Coretax administration system and Tax Rates on Taxpayer Compliance, with Tax Socialization serving as a moderating variable among MSME actors in the Paguyuban Fokkus Hebat, Semarang. Utilizing a quantitative survey method, data were gathered from 140 respondents selected through convenience sampling and analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA). The results reveal that Coretax has a positive and significant effect on compliance, suggesting that modern and integrated systems encourage voluntary fulfillment of tax obligations. Conversely, Tax Rates demonstrate a significant negative influence, indicating that dynamic rate changes or reductions may inadvertently lower compliance if perceived as complex. Furthermore, Tax Socialization was found to weaken the relationship between Coretax and compliance, yet it significantly strengthened the relationship between Tax Rates and compliance. The inclusion of the moderating variable enhanced the model's explanatory power from 25.7% to 31.6%. This study contributes to the understanding of tax modernization and provides a basis for tax authorities to evaluate socialization methods, ensuring they are more applicable and less confusing for MSME taxpayers.