Globalisasi rantai pasok dan ekspansi operasional perusahaan multinasional telah meningkatkan kompleksitas transaksi intercompany, khususnya dalam pengelolaan ekspor antar cabang internasional. PT Sunningdale Tech Batam, sebagai bagian dari jaringan global Sunningdale Group, menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan proses ekspor intercompany yang melibatkan koordinasi lintas negara, sinkronisasi sistem administrasi, dan kepatuhan terhadap regulasi ekspor-impor yang berbeda-beda. Tujuan penelitian adalah menganalisis kendala operasional dan merancang alur kerja terstandarisasi untuk meningkatkan akurasi, kecepatan, dan koordinasi proses ekspor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada PT Sunningdale Tech Batam. Pendekatan kualitatif dipilih untuk memahami secara mendalam persepsi pegawai kunci terhadap kekuatan dan kelemahan sistem pengendalian internal dalam praktik sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen perusahaan seperti SOP, laporan audit internal, dan laporan keuangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada COSO Framework dan Teori Agensi guna mengidentifikasi efektivitas pengendalian internal serta potensi risiko yang muncul dalam organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi flowchart proses ekspor yang terintegrasi berhasil mengurangi kesalahan dokumen, mempercepat persetujuan internal, dan meningkatkan koordinasi antar departemen serta dengan cabang Singapura. Implikasi dari penelitian ini adalah tersedianya panduan operasional yang sistematis bagi perusahaan untuk meminimalkan risiko keterlambatan dan meningkatkan efisiensi dalam manajemen ekspor intercompany.