M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Penggunaan Obat GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Rawat Inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 M. Tantu, Nurtirsya Aprilyani; Abdulkadir, Widy Susanti; Tuloli, Teti Sutriyati
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i2.569

Abstract

Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, pola makan berlebihan, konsumsi kopi, stres, serta kebiasaan berbaring setelah makan dapat memicu terjadinya gangguan sistem pencernaan, salah satunya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu kondisi refluks isi lambung ke esofagus secara berulang yang menimbulkan gejala dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat GERD dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Tahun 2024 dengan desain observasional deskriptif retrospektif terhadap 33 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien didominasi oleh perempuan (70%) dengan rentang usia terbanyak 18–40 tahun (82%), serta penggunaan obat terbanyak berasal dari golongan proton pump inhibitor (PPI), khususnya omeprazole (39%). Evaluasi penggunaan obat menunjukkan ketepatan pasien, obat, indikasi, dan dosis sebesar 100%. Potensi interaksi obat yang ditemukan didominasi oleh interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi, terutama melibatkan sucralfat dengan obat oral lain, bersifat moderate, tidak ditemukan interaksi mayor, dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis, sehingga terapi yang diberikan dinilai rasional dan relatif aman. Berdasarkan hasil penelitian di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe tahun 2024, penggunaan obat GERD telah memenuhi kriteria rasionalitas terapi (tepat pasien, obat, indikasi, dan dosis) dengan tingkat kesesuaian 100%, sementara potensi interaksi obat didominasi interaksi farmakokinetik pada fase absorpsi—terutama melibatkan sukralfat dengan obat oral lain—bersifat sedang (moderate), tanpa interaksi mayor, sehingga terapi relatif aman dan dapat dicegah melalui pengaturan waktu pemberian obat serta pemantauan klinis yang tepat.