Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN INTERVENSI PSIKOLOGI DALAM MENINGKATKAN PERILAKU AMAN MELALUI PENYULUHAN KETENAGAKERJAAN DAN WORKSHOP K3 DI WISATA KRAHIGA DESA KRAMAT Nur Dian Ayu Safitri; Adinda Ratna Sari; Vindy Triagatha Br Sinuhaji; Rangga Prashagi; Bayu Firmansyah; Rieke Aurillia Faqieh; Rafi Nugraha Nusantara; Alfina Nugrahayni Ashfihani; Mery Atika
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/jfadnp71

Abstract

Desa Kramat merupakan kawasan yang memiliki potensi dalam sektor pariwisata, terutama dengan adanya Wisata Krahiga atau yang sering disebut juga sebagai Wisata Susur Sungai Amazon. Wisata ini didukung oleh kondisi geografis di daerah Desa Kramat dan peningkatan fasilitas setiap tahunnya. Melihat perkembangan minat dan infrastruktur, Wisata Krahiga masih belum sepenuhnya menerapkan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Padahal, menurut beberapa studi, sektor wisata air memiliki tingkat resiko yang tinggi terhadap keamanan maupun keselamatan. Alat keselamatan di wisata ini masih terbatas, tidak ada rambu peringatan, dan pagar pembatas yang hanya dibatasi tali tambang. Selain itu operator kapal masih belum mendapatkan pelatihan resmi dan terstandarisasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja. Untuk itu program intervensi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja melalui program penyuluhan ketenagakerjaan dan workshop K3. Dengan adanya program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pariwisata yang lebih aman, meningkatkan kesadaran keselamatan di semua pihak, serta memperkuat keberlanjutan pengelolaan pariwisata di Desa Kramat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Hasil yang diperoleh setelah diadakannya program ini adalah peningkatan pemahaman POKDARWIS terhadap pengelolaan wisata yang aman karena adanya praktik langsung untuk mengatasi kecelakaan lapangan. Selain itu, rambu keselamatan seperti titik kumpul evakuasi sudah terpasang, hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3).