Rendahnya akses peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus terhadap pendidikan formal menjadikan pendidikan nonformal sebagai alternatif dalam pemerataan pendidikan di Indonesia. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hadir sebagai lembaga yang menyediakan layanan pendidikan kesetaraan dan pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan warga belajar. Namun, banyak PKBM masih menghadapi kendala dalam pengelolaan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta implementasi kurikulum yang kurang inovatif, sehingga kualitas lulusan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen kurikulum berbasis alam di PKBM Alam Purwokerto sebagai model best practice pengelolaan pendidikan nonformal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan validasi data menggunakan triangulasi data. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM Alam Purwokerto berhasil menerapkan manajemen kurikulum yang adaptif melalui integrasi kurikulum berbasis alam dengan mengoptimalkan fungsi manajemen POAC (planning, organizing, actuating, dan controlling). Kurikulum dirancang berdasarkan kebutuhan peserta didik dan potensi lokal, dilaksanakan melalui pembelajaran kontekstual, serta dievaluasi secara berkala. Program life skill dan kewirausahaan lokal menjadi unsur penting dalam pembelajaran yang mendukung kemandirian peserta didik. Dengan demikian, model manajemen kurikulum di PKBM Alam Purwokerto dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan pendidikan nonformal yang relevan, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemberdayaan Masyarakat.