Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KINERJA OTAK DALAM BERFIKIR FILSAFAT Nina Mardiana; Muntaha Nour
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/wm2n4205

Abstract

Penelitian ini untuk mengungkap bagaimana cara kerja otak dan berfikir secara filsafat atau mendalam. Otak mreupakan organ dalam tubuh manusia yang berperan sebagai pusat sistem saraf. Organ ini mengkoordininir berbagai kegiatan tubuh termasuk dalam berfikir. Konsep berpikir filosofis mencakup cara berpikir yang bersifat radikal, universal, konseptual, koheren atau konsisten, serta sistematis. Melalui kerangka berpikir filsafat, individu dapat membentuk sikap dan mengambil tindakan secara objektif, efisien, terarah, dan proporsional. Dalam penulisan ini penelinti menggunakan metode library research atau kajian pustaka. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa berfikir merupakan ciri manusia, namun tidak semua berfikir masuk kategor berfikir ecara filsafat. Untuk berfikir secara filsafat ada tahapan yang harus dilaluinya. Seperti logis atau masuk akal dan dapat dibuktikan secara ilmiah, selain itu juga koheren atau keterpaduan serta konsistensi dalam arah berfikir sehingga dapat menghasilkan pemahaman yang maksimal, memiliki korelasi atau keterhubungan antar konsep dan gagasan yang saling terkait sehingga menghasilkan cara pandang yang holistik bukan secara parsial. Dan yang terakhir adalah radikal yaitu berfikir yang menelusuri permasalahan sampai ke akar-akarnya untuk mendapatkan penyelesaian yang tepat.
PARADIGMA BIDANG KAJIAN FILSAFAT Riri Raudhotul Jannah; Muntaha Nour
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/9mqxxk91

Abstract

 Paradigma filsafat mengalami dinamika yang signifikan, yang dipengaruhi oleh konteks historis, sosial, dan budaya. Tiap paradigma menyajikan kerangka konseptual yang berbeda dalam merespons pertanyaan-pertanyaan fundamental mengenai eksistensi manusia, kebenaran, moralitas, dan realitas. Adapun peneliti ini bertujuan untuk meneliti Paradigma Bidang Kajian Filsafat. Metode penelitian ini mengunakan metode library research, atau bisa disebut penulis ini mengambil pendekatan yaitu kepustakaan. Kepustakan atau studi pustaka ialah merujuk kepada sebuah kegiatan, yang memang tertuju pada mengumpulkan data dari sumber-sumber tertulis, membaca, dan mencatat, serta menganalisis materi. Hasil dari penelitian tersebut membahas mengenai konseptualisasi paradigma dalam filsafat, Bidang Kajian Paradigma Filsafat, macam-macam paradigma dalam filsafat ilmu, dan implikasi paradigma dalam kajian filsafat. Penelitian ini menyimpulkan bahwasannya paradigma bidang kajian filsafat itu terbagi menjadi 3 yakni: ontologi (hakikat realitas), epistemologi (sumber dan validitas pengetahuan), serta aksiologi (nilai dan etika). Selain itu ada beberapa jenis paradigma dalam filsafat sepertihalnya positivistik, interpretatif, dan kritis. Penelitian ini juga sangat berguna untuk masyarakat. Peneitian ini dapat dan bisa di teliti lagi agar menjadi lebih baik.
Psikologi Kultural : Memahami Budaya Dalam Proses Kognitif Dan Emosi Ulhaq, Dhiya; Muntaha Nour
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i2.13618

Abstract

Cultural psychology studies the influence of culture on individual cognitive and emotional processes, which is increasingly relevant in the era of globalization. Each culture has distinct values and norms, influencing how individuals think, feel, and behave. This study uses a qualitative descriptive approach through a literature review to explore the influence of culture on cognitive and emotional processes. A deep understanding of cultural psychology is crucial; by considering cultural differences in cognitive and emotional processes, educators can create more inclusive and effective learning environments. This research demonstrates that integrating cultural psychology into the educational curriculum can improve the learning outcomes of students from diverse cultural backgrounds.  
Pengalaman Spirtual Dan Kesadaran Diri Dalam Perspektif Psikologi Transpersonal Ruhandi, Andi; Muntaha Nour
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.14967

Abstract

Paradigma psikologi transpersonal hadir sebagai respons atas keterbatasan pendekatan psikologi konvensional yang cenderung mengabaikan dimensi spiritual dan eksistensial dalam pengalaman manusia. Psikologi ini berusaha memahami manusia secara utuh, tidak hanya sebagai makhluk biologis dan sosial, tetapi juga sebagai entitas spiritual yang memiliki potensi kesadaran melampaui ego dan realitas material. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana psikologi transpersonal menjelaskan pengalaman spiritual dan kesadaran diri, serta relevansinya dalam konteks perkembangan psikologis dan pendidikan kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, merujuk pada pemikiran tokoh-tokoh utama seperti Abraham Maslow, Stanislav Grof, dan Ken Wilber. Temuan dalam artikel ini menunjukkan bahwa pengalaman spiritual, baik melalui meditasi, doa, maupun pengalaman mistis, memiliki pengaruh signifikan terhadap transformasi diri, ketenangan batin, serta pengembangan makna hidup yang lebih mendalam. Selain itu, kesadaran diri yang ditumbuhkan melalui praktik transpersonal dapat menjadi landasan untuk mencapai kesejahteraan psikologis yang berkelanjutan. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa psikologi transpersonal memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang manusia dan potensinya, sekaligus menawarkan pendekatan holistik yang dapat dipelajari dalam praktik pendidikan, terapi, dan pengembangan diri.