Kekerasan terhadap anak dan perempuan masih menjadi permasalahan sosial yang memerlukan upaya pencegahan melalui media edukasi yang efektif dan mudah dipahami oleh masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan video motion graphic sebagai media pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang dilaksanakan dalam kegiatan magang industri di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan praktik lapangan selama periode magang, yaitu dari 4 Agustus hingga 5 Oktober 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, dokumentasi, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan administrasi dan produksi media. Proses pembuatan video motion graphic dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi. Tahap pra-produksi meliputi penyusunan konsep, penulisan naskah, pembuatan storyboard, serta perancangan aset visual menggunakan Adobe Illustrator. Tahap produksi berfokus pada proses penganimasian dan compositing menggunakan Adobe After Effects, sedangkan tahap pascaproduksi meliputi penyuntingan video, penambahan audio, proses rendering, dan publikasi melalui media digital resmi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa video motion graphic yang dihasilkan mampu berfungsi sebagai media pencegahan yang informatif dan komunikatif dalam menyampaikan pesan perlindungan anak dan perempuan, sekaligus mendukung strategi komunikasi publik berbasis digital di lingkungan instansi pemerintah