Najmiyyatul Mizaniyyah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Implementasi Kurikulum Merdeka pada Sekolah Islam Terpadu : Integrasi Nilai Islam, Tantangan Pedagogik, dan Peran Orang Tua Najmiyyatul Mizaniyyah; Raden Bambang Sumarsono
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v4i1.1545

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka pada Sekolah Islam Terpadu (SIT) melalui kajian terhadap model dual curriculum, tantangan pedagogik guru, serta strategi integrasi nilai Islam dalam pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh dari wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan tiga guru kelas, observasi proses pembelajaran, serta analisis dokumen perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT Ibnu Hajar berlangsung melalui model hibridisasi kurikulum, yaitu penyelarasan struktur Kurikulum Merdeka (CP, ATP, modul ajar, dan P5) dengan kurikulum SIT. Integrasi dilakukan secara epistemologis, di mana nilai Islam menjadi kerangka filosofis dalam perencanaan tujuan, pemilihan materi, strategi instruksional, dan asesmen. Tantangan utama implementasi meliputi beban penyusunan modul ajar, keterbatasan kapasitas guru dalam pembelajaran berdiferensiasi, serta inkonsistensi guru muda dalam pemenuhan tuntutan pedagogik dan administrasi. Sementara itu, siswa menunjukkan respons positif terhadap pembelajaran berbasis projek, namun dukungan orang tua dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi dan keterbatasan pendampingan belajar di rumah.Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah berbasis nilai dengan menunjukkan bahwa integrasi kurikulum tidak hanya terjadi pada level tematik, tetapi juga pada tataran filosofis. Secara praktis, penelitian memberikan rekomendasi mengenai penyederhanaan standar perangkat ajar, peningkatan kapasitas guru, dan penguatan kolaborasi sekolah dengan orang tua.
STUDENT TIME MANAGEMENT IN PESANTREN : A COMPARATIVE STUDY OF 10 PESANTREN IN INDONESIA Najmiyyatul Mizaniyyah; Teguh Triwiyanto
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/v2c9bc68

Abstract

Manajemen waktu merupakan aspek krusial dalam pendidikan berasrama, penelitian ini menganalisis pola pengelolaan waktu santri berdasarkan dokumen jadwal harian dari sepuluh pesantren di Indonesia untuk menafsirkan implikasinya terhadap efektivitas manajemen pendidikan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan distribusi waktu antar kategori aktivitas dan mengidentifikasi karakteristik manajerial yang muncul. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan studi dokumen: dokumen jadwal dikumpulkan secara purposif dari laman resmi/publikasi pesantren pada Oktober 2025, dicoding ke lima kategori (ibadah, pembelajaran diniyyah, pendidikan formal, istirahat, kegiatan penunjang), ditabulasi untuk menghitung rata-rata dan rentang, lalu diinterpretasi secara tematik. Hasil menunjukkan alokasi rata-rata per hari: istirahat 9,57 ± 1,13 jam; pembelajaran diniyyah 4,78 ± 2,61 jam; ibadah 4,47 ± 1,95 jam; pendidikan formal 4,07 ± 1,45 jam; kegiatan penunjang/asrama 1,32 ± 0,56 jam. Terdapat heterogenitas antar-pesantren pesantren tahfîdz memberi porsi hafalan lebih besar, pesantren modern menambah kegiatan nonformal dan dua pola operasional dominan (jadwal padat vs. jadwal fleksibel). Temuan menegaskan perlunya perencanaan berbasis blok waktu, pengorganisasian dan pengawasan kualitas tidur serta monitoring capaian sebagai strategi manajerial untuk menyeimbangkan tujuan spiritual, akademik, dan kesejahteraan santri. Penelitian ini menyumbang bukti empiris bagi pengembangan sistem pengelolaan waktu pesantren.