Cerpen “Robohnya Surau Kami” karya A.A. Navis merupakan salah satu karya sastra Indonesia yang sarat dengan kritik sosial dan religius, khususnya terhadap cara pandang masyarakat dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cerpen tersebut menggunakan pendekatan religius guna mengungkap nilai-nilai keagamaan, pemaknaan ibadah, serta hubungan antara manusia, Tuhan, dan tanggung jawab sosial. Pendekatan religius digunakan untuk menelaah bagaimana tokoh-tokoh dalam cerpen memaknai konsep keimanan, ketakwaan, dan amal perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, yaitu menafsirkan unsur cerita berdasarkan dialog, alur, dan karakter tokoh yang merepresentasikan sikap keagamaan tertentu. Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini mengkritik pemahaman religius yang bersifat sempit dan pasif, terutama pandangan bahwa ibadah ritual semata sudah cukup tanpa disertai kepedulian sosial dan kerja nyata. Tokoh kakek dalam cerpen digambarkan sebagai simbol kesalehan individual yang terlepas dari tanggung jawab sosial, sehingga mendapat teguran keras melalui kisah pengadilan Tuhan. Melalui pendekatan religius, dapat disimpulkan bahwa A.A. Navis menegaskan pentingnya keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan hubungan manusia dengan sesama (hablum minannas). Cerpen ini mengajarkan bahwa agama tidak hanya menuntut ketaatan ritual, tetapi juga menekankan peran aktif manusia dalam membangun kehidupan sosial yang adil, bermakna, dan bermanfaat bagi sesama.