Stres akademik merupakan fenomena yang umum dialami mahasiswa pendidikan tinggi, khususnya pada semester pertengahan yang menjadi fase transisi kritis menuju penyelesaian studi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan tingkat stres akademik antara mahasiswa semester 5 Program Studi Tadris Matematika dan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 48 mahasiswa (24 Tadris Matematika dan 24 Tadris IPA) yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner stres akademik dengan 14 item menggunakan skala Likert 1–5. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Samples t-Test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Rata-rata skor stres mahasiswa Tadris Matematika sebesar 50,79 (SD = 9,03) dan Tadris IPA sebesar 52,04 (SD = 6,82). Mayoritas mahasiswa (87,5% TM dan 95,9% TIPA) berada pada kategori stres tinggi dan sangat tinggi. Hasil uji t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua program studi (t(46) = -0,5412; p = 0,5910 > 0,05) dengan ukuran efek kecil (Cohen’s d = -0,1562). Faktor utama penyebab stres meliputi beban tugas yang berat, deadline yang padat, tuntutan dosen, dan kesulitan manajemen waktu. Mahasiswa semester 5 dari kedua program studi mengalami tingkat stres akademik yang tinggi dan relatif sama. Diperlukan intervensi komprehensif dari institusi pendidikan berupa layanan konseling, program manajemen stres, dan sistem dukungan akademik yang terstruktur.