Rasoki Mintana Debara Daulay
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Visual Branding Kawasan Industri Kreatif Cibaduyut sebagai Sumber Pembelajaran dalam Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Andriani, Yolanda Georgia; Rasoki Mintana Debara Daulay; Pratiwi, Elisabeth Pratiwi; Muhammad Luthfi; Ari Muzzaki
Journal of Mandalika Literature Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v7i1.5985

Abstract

Sentra Sepatu Cibaduyut merupakan klaster industri kreatif berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah yang memiliki identitas historis, ekonomi, dan spasial di Kota Bandung. Berbagai inisiatif visual branding telah diperkenalkan untuk memperkuat citra kawasan; namun kajian yang menempatkan visual branding sebagai representasi ruang dan aktivitas ekonomi dari perspektif ilmu sosial masih terbatas (Anholt, 2010; Zenker & Braun, 2011). Penelitian ini menganalisis bagaimana karakteristik spasial kawasan industri kreatif Cibaduyut direpresentasikan dalam media visual branding, mengidentifikasi kondisi spasial dan ekonomi yang membentuk representasi tersebut, serta mengevaluasi potensinya sebagai sumber belajar IPS. Dengan menggunakan studi kasus kualitatif, data dari observasi visual, dokumentasi media visual branding, dan dokumen pendukung dianalisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual branding Cibaduyut merepresentasikan fungsi ekonomi kawasan sebagai sentra produksi sepatu, aktivitas produksi dan perdagangan, serta karakter spasial sebagai kawasan industri kreatif. Representasi tersebut dapat mendukung pembelajaran IPS dengan mengkonkretkan konsep geografi ekonomi, ekonomi lokal, serta hubungan antara ruang dan proses ekonomi ke dalam visual yang kontekstual. Namun demikian, tantangan seperti ketidakkonsistenan elemen visual dan keterbatasan penekanan pada aspek spasial membatasi optimalisasi visual branding sebagai media pembelajaran IPS (Iqbal & Handayani, 2010).
Kajian TMB (Trans Metro Bandung) sebagai BRT (Bus Rapid Transit) dalam Tujuan Transportasi Berkelanjutan di Indonesia Rasoki Mintana Debara Daulay; Herman Herman
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 2: Juli 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i2.188

Abstract

ABSTRAKTransportasi berkelanjutan di Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017, mencerminkan komitmen negara terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan. Trans Metro Bandung (TMB) sebagai Bus Rapid Transit (BRT) adalah strategi utama untuk mengatasi tantangan mobilitas perkotaan di Kawasan Cekungan Bandung, seperti kemacetan dan polusi udara. Studi ini menggunakan pendekatan campuran (mixed-methods) untuk mengevaluasi penerimaan dan tantangan sistem TMB, dengan menekankan pentingnya kemitraan yang efektif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan positif terhadap kenyamanan dan keandalan TMB, meskipun masih terdapat permasalahan seperti keterlambatan dan efisiensi sistem pembayaran. Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan oleh pemangku kebijakan dalam meningkatkan fasilitas dan layanan TMB serta mendorong transportasi berkelanjutan di Indonesia.Kata kunci: transportasi berkelanjutan, bus rapid transit (BRT), kemitraan untuk SDGs ABSTRACTSustainable transportation in Indonesia, as mandated in Presidential Regulation Number 59 of 2017, reflects the country's commitment to the Sustainable Development Goals (SDGs), especially SDG 17 on partnerships for sustainable development. Trans Metro Bandung (TMB) as a Bus Rapid Transit (BRT) is the main strategy to overcome urban mobility challenges in the Bandung Basin Area, such as congestion and air pollution. The study uses a mixed-methods approach to evaluate the acceptability and challenges of the TMB system, emphasizing the importance of effective partnerships between government, the private sector, and society. The results of the study show positive acceptance of the convenience and reliability of TMB, although there are still problems such as delays and payment system efficiency. The resulting recommendations are expected to be used by policymakers in improving TMB's facilities and services and encouraging sustainable transportation in Indonesia.Keywords: sustainable transportation, bus rapid transit (BRT), partnerships for SDGs