Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mahabbah Kepada Allah Sebagai Tujuan Utama Pendidikan: Analisis Tematik Atas Tafsir Ibnu Katsir Kurniawan, Agi; Fathurohman, Salman
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v6i1.562

Abstract

Pendidikan yang hakiki tidak sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga membimbing peserta didik menuju kesadaran akan tujuan hidup yang bersumber dari nilai-nilai ketuhanan. Dalam praktik pendidikan Islam modern, aspek spiritual sering kali terabaikan, sehingga proses pembelajaran lebih berfokus pada aspek kognitif dan bersifat mekanis. Berangkat dari hal ini, penelitian ini mengajukan dua pertanyaan: (1) bagaimana Ibnu Katsir menafsirkan konsep mahabbah (cinta) kepada Allah dalam ayat-ayat Al-Qur’an?, dan (2) bagaimana relevansi konsep tersebut sebagai orientasi pendidikan masa kini? Tujuan penelitian adalah mengkaji makna mahabbah dalam Tafsir Ibnu Katsir dan menganalisis relevansinya bagi pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan dan analisis tafsir tematik. Data diperoleh dari sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhīm karya Ibnu Katsir, serta literatur pendukung seperti buku dan jurnal ilmiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahabbah kepada Allah dalam penafsiran Ibnu Katsir bukan sekadar perasaan religius, melainkan kesadaran spiritual tertinggi yang terwujud dalam ketaatan kepada Rasulullah ﷺ, ketekunan dalam beramal saleh, dan komitmen terhadap ajaran Islam. Dengan demikian, cinta kepada Allah menjadi pondasi keimanan yang harus dibuktikan melalui ketaatan, kesetiaan, dan perbuatan baik. Konsep ini sangat relevan dijadikan dasar pendidikan Islam karena memadukan aspek spiritual, moral, dan emosional dalam pembelajaran. Nilai mahabbah tidak hanya mendorong pemahaman agama, tetapi juga penerapannya secara konsisten, sehingga pendidikan dapat membentuk insan yang paripurna: beriman, berilmu, dan berakhlak luhur.
Kontekstualisasi Konsep Ulul Albab dalam Al-Qur'an sebagai Tujuan Pendidikan Islam di Era Transformasi Digital Fathurohman, Salman
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 2 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation presents new challenges for Islamic education, particularly in maintaining holistic and Qur’anic-oriented educational goals amid rapid technological advancement. Islamic education is required not only to produce learners who are technologically competent but also spiritually grounded, intellectually reflective, and morally responsible. One of the fundamental Qur’anic concepts relevant to this objective is Ulul Albab. This study aims to conceptualize Ulul Albab holistically as a goal of Islamic education in the era of digital transformation, analyze its relevance and implications for curriculum design and learning strategies, and formulate an Ulul Albab-based conceptual framework for contemporary Islamic education. This research employs a qualitative approach through a conceptual study and thematic analysis of Qur’anic verses related to Ulul Albab, particularly Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 190–191 and Q.S. Az-Zumar [39]: 9, supported by classical and contemporary Qur’anic exegesis. The findings indicate that Ulul Albab encompasses spiritual, intellectual, moral, and social dimensions that remain highly relevant as a normative foundation for value-oriented and ethical Islamic education in the digital age.