Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Kritis terhadap Pembaruan Interpretasi Fazlur Rahman dalam Studi Al-Qur'an Robi Rahman, Daden; Kurniawan, Agi
Al Mudzakarah Vol. 2 No. 1 (2025): Al Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji pemikiran Fazlur Rahman, tokoh pembaruan Islam abad ke-20, dalam bidang tafsir dan studi al-Qur’an, dengan fokus pada teori double movement. Teori tersebut menyatakan bahwa pemahaman al-Qur'an harus melalui dua gerak, yakni dari konteks kekinian ke masa turunnya al-Qur’an untuk menemukan ideal moral, lalu kembali ke konteks kekinian dengan menerapkan ideal moral tersebut. Artikel ini menilai teori Rahman sebagai representasi pendekatan hermeneutika Barat, khususnya hermeneutika metodologis, yang berujung pada relativisasi ajaran normatif Islam. Dalam praktiknya, teori ini dapat berimplikasi pada dekonstruksi hukum-hukum qath’i dalam Islam, dan memberi ruang dominan pada rasionalitas dan realitas sosial, menggeser posisi wahyu sebagai sumber hukum tertinggi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan analisis kritis terhadap karya-karya primer dan sekunder terkait pemikiran Fazlur Rahman.
Ulul Albab Leadership and the Challenges of the Commodification of Education: A Philosophical Review Salman Fathurohman; Riyan Nuryadin; Agi Kurniawan; Ridwan Awaludin
TA'DIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2025): TADIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/jt.v3i2.103

Abstract

The phenomenon of the commodification of education has shifted the orientation of education from the formation of holistic human beings toward an economic instrument governed by market logic, efficiency, and profitability. This shift has contributed to a crisis of moral and intellectual leadership within educational institutions, where leaders tend to prioritize technocratic management over humanistic and ethical values. This article examines the commodification of education from a philosophical perspective and proposes the concept of Ulul Albab leadership as an alternative paradigm. Ulul Albab integrates three dimensions: dhikr (transcendental consciousness), fikr (critical rationality), and ‘amal (ethical–social responsibility), enabling educational leadership to be normative, reflective, and transformative in nature. This paradigm serves as an ethical critique of the dominance of market logic while simultaneously providing a philosophical framework for developing educational policies, organizational cultures, and practices that are inclusive, equitable, and oriented toward holistic human development. This study employs a qualitative approach based on a literature review of philosophical works and Islamic educational thought. The findings indicate that Ulul Albab leadership is not only normatively relevant but also carries practical implications for the management of contemporary educational institutions in the era of globalization and digitalization.
Epistemologi Pendidikan Islam Berbasis Tauhid: Tantangan dan Relevansinya di Era Digital Agi Kurniawan; Ena Sumpena; Salman Fathurohman; Ridwan Abdalloh
TA'DIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 2 (2023): TADIB: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Al-Mas'udiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69768/jt.v1i2.107

Abstract

This study aims to analyze the epistemology of Islamic education based on tawhid and to examine its challenges and relevance in the digital era. The rapid development of digital technology has transformed the ways in which people acquire, manage, and disseminate knowledge, thereby creating a need to reconstruct the paradigm of Islamic education so that it remains rooted in divine values. This research employs a qualitative approach with a library research design, drawing upon various scholarly works related to Islamic epistemology, tawhid-based education, and digital transformation in education. The data were analyzed using content analysis techniques to identify the relationship between the concept of tawhid and the dynamics of contemporary learning. The findings reveal that tawhid serves as an epistemological foundation that positions revelation as the primary source of knowledge, which is then integrated with reason and empirical experience in the educational process. The main challenges in the digital era include information overload, a crisis of scholarly authority, the secularization of knowledge, and the weakening of spiritual value internalization in online learning environments. Nevertheless, the digital era also offers significant opportunities for the development of Islamic education through the utilization of technology as a medium for broader and more inclusive knowledge dissemination. This study affirms that the epistemology of Islamic education based on tawhid remains relevant as a foundation for building an integrative, critical, and value-oriented educational system aimed at forming individuals who are faithful, knowledgeable, and morally grounded amid the ongoing changes of the modern era.
Mahabbah Kepada Allah Sebagai Tujuan Utama Pendidikan: Analisis Tematik Atas Tafsir Ibnu Katsir Agi Kurniawan; Salman Fathurohman
Jurnal Pendidikan Educandum Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Educandum
Publisher : Fakultas Pendidikan IAI Pangeran Dharma Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55656/jpe.v6i1.562

Abstract

Pendidikan yang hakiki tidak sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga membimbing peserta didik menuju kesadaran akan tujuan hidup yang bersumber dari nilai-nilai ketuhanan. Dalam praktik pendidikan Islam modern, aspek spiritual sering kali terabaikan, sehingga proses pembelajaran lebih berfokus pada aspek kognitif dan bersifat mekanis. Berangkat dari hal ini, penelitian ini mengajukan dua pertanyaan: (1) bagaimana Ibnu Katsir menafsirkan konsep mahabbah (cinta) kepada Allah dalam ayat-ayat Al-Qur’an?, dan (2) bagaimana relevansi konsep tersebut sebagai orientasi pendidikan masa kini? Tujuan penelitian adalah mengkaji makna mahabbah dalam Tafsir Ibnu Katsir dan menganalisis relevansinya bagi pendidikan kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan dan analisis tafsir tematik. Data diperoleh dari sumber-sumber primer seperti Al-Qur’an, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhīm karya Ibnu Katsir, serta literatur pendukung seperti buku dan jurnal ilmiah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahabbah kepada Allah dalam penafsiran Ibnu Katsir bukan sekadar perasaan religius, melainkan kesadaran spiritual tertinggi yang terwujud dalam ketaatan kepada Rasulullah ﷺ, ketekunan dalam beramal saleh, dan komitmen terhadap ajaran Islam. Dengan demikian, cinta kepada Allah menjadi pondasi keimanan yang harus dibuktikan melalui ketaatan, kesetiaan, dan perbuatan baik. Konsep ini sangat relevan dijadikan dasar pendidikan Islam karena memadukan aspek spiritual, moral, dan emosional dalam pembelajaran. Nilai mahabbah tidak hanya mendorong pemahaman agama, tetapi juga penerapannya secara konsisten, sehingga pendidikan dapat membentuk insan yang paripurna: beriman, berilmu, dan berakhlak luhur.
Efektivitas Quizzify Site sebagai Platform Pembelajaran Terpadu Quizizz dan Google Site untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa: Studi Kuasi-Eksperimen di SDIT PERSIS 99 Rancabango Sholihin; Agi Kurniawan; Ena Sumpena; Heni Aurina Rahmah
MURABBI Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Murabbi
Publisher : Prodi PGMI STAI Sabili Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69630/jm.v2i2.92

Abstract

Rendahnya hasil belajar di sekolah dasar masih menjadi perhatian kritis di Indonesia, khususnya di daerah semi pedesaan di mana integrasi teknologi dalam pembelajaran masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Quizzify Site, sebuah platform pembelajaran terpadu yang dikembangkan peneliti dengan mengintegrasikan Quizizz dan Google Site, dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dibandingkan penggunaan Quizizz konvensional. Platform ini dirancang dengan tiga fitur inti: alur belajar terarah, latihan berulang berbasis penguasaan, dan evaluasi bersama interaktif. Desain kuasi-eksperimen nonequivalent control group pretest-posttest digunakan, melibatkan Kelas IV-A sebagai kelompok kontrol (n = 26, Quizizz konvensional) dan Kelas IV-B sebagai kelompok eksperimen (n = 27, Quizzify Site) di SDIT PERSIS 99 Rancabango. Data dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda tervalidasi 30 butir soal pada konten IPAS (Cronbach's α = 0,87) dan dianalisis menggunakan uji t sampel berpasangan, uji t sampel independen, dan analisis Normalized Gain. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mencapai skor posttest yang secara signifikan lebih tinggi (M = 79,63) dibandingkan kelompok kontrol (M = 67,69), dengan t(51) = 4,83, p < 0,001, dan Cohen's d = 1,33. Rerata N-Gain kelompok eksperimen (g = 0,57) secara signifikan lebih tinggi dari kelompok kontrol (g = 0,34). Selanjutnya 85,19% siswa kelompok eksperimen mencapai KKM dibandingkan 57,69% siswa kelompok kontrol. Analisis subkelompok mengonfirmasi bahwa efek struktur platform signifikan bahkan tanpa waktu latihan tambahan di luar kelas. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa Quizzify Site secara signifikan lebih efektif dibandingkan Quizizz konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
Pelatihan dan Pendampingan Sertifikasi Halal: Upaya Penguatan Umkm di Desa Cipareuan Kecamatan Cibiuk Kabupaten Garut Agi Kurniawan; Nur Aida Hasanah; Muhamad Fikri Hanifadzikra; Popi Silvia
SOCIETY: Jurnal Pengabdian Kepada Madyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): Pengabdian Berdampak
Publisher : CV. Intake Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68195/society.v1i2.16

Abstract

Kurangnya pemahaman pelaku UMKM di Desa Cipareuan terhadap urgensi sertifikasi halal menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan daya saing dan legilitas produk. Hal ini menunjukkan perlunya pelatihan dan pendampingan secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pelatihan dan pendampingan sertifikasi halal dalam memperkuat UMKM di Desa Cipareuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode pelatihan partisipasif secara door to door, penelitian ini menggali respons, kebutuhan, serta perubahan perilaku UMKM. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan motivasi pelaku usaha, sedangkan pendampingan teknis membantu mereka melewati prosedur administrasi yang rumit. Dari 15 UMKM yang didampingi, empat berhasil terbit sertifikat halal produk, sementara lainnya masih dalam proses verifikasi. Temuan ini membuktikan bahwa pendampingan berperan penting dalam mengatasi hambatan informasi, teknis, dan kepercayaan pelaku usaha terhadap sertifikasi halal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam merancang program pemberdayaan berbasis nilai keislaman dan kebutuhan lokal.
Implementasi bank sampah sebagai solusi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat Kiaralawang Desa Majasari Agi Kurniawan; Asa Robi Azizan; Imam Maulana; Ari Durohman; Nurul Fadhilah
SOCIETY: Jurnal Pengabdian Kepada Madyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): Peningkatan Kreatifitas
Publisher : CV. Intake Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68195/society.v1i3.22

Abstract

Pengelolaan sampah merupakan permasalahan lingkungan yang krusial di wilayah pedesaan karena berdampak langsung terhadap kepunahan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kiaralawang, salah satu kampung di Desa Majasari, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, menghadapi tantangan serius dalam mengelola volume sampah yang terus meningkat hingga melebihi kapasitas Tempat Pembuangan Akhir setempat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan bank sampah berbasis masyarakat sebagai strategi untuk menekan volume sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, pengurus Rukun Warga, Rukun Tetangga, dan masyarakat melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi. Kegiatannya meliputi edukasi pemilahan sampah yang dihadiri sekitar 60 peserta, lomba pungut sampah yang melibatkan lima Rukun Tetangga, dan pembentukan Bank Sampah Kiara Bersinar. Hasilnya menunjukkan peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah, manfaat ekonomi melalui tabungan nasabah, serta tumbuhnya tanggung jawab kolektif terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Strategi Pengabdian Masyarakat: Kolaborasi Pemberdayaan Pemuda melalui Pengembangan UMKM Berbasis Hasil Bumi dalam Rangka Peringatan Hari Kemerdekaan di RW 06 Desa Kertajaya Agi Kurniawan; Samsul Ma’arif; Arrifatulhaq Naqiyyah; Nurfaedah
SOCIETY: Jurnal Pengabdian Kepada Madyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Pengabdian Berdaya
Publisher : CV. Intake Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68195/society.v2i1.30

Abstract

Abstrak. Pengabdian masyarakat dapat memperkuat kesejahteraan sosial-ekonomi dengan mengubah aset lokal menjadi aktivitas kewirausahaan berbasis komunitas. Artikel ini melaporkan strategi pengabdian melalui pemberdayaan pemuda dengan pengembangan UMKM berbasis hasil bumi di RW 06 Desa Kertajaya, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, dengan memanfaatkan bazar peringatan Hari Kemerdekaan sebagai platform pemasaran. Metode yang digunakan adalah participatory action research (PAR) melalui pemetaan masalah bersama, pelatihan pengolahan singkong bernilai tambah, uji coba dan pemilihan produk, seminar kepemudaan, serta evaluasi dan perencanaan lanjutan secara kolektif. Hasil menunjukkan meningkatnya partisipasi pemuda, terbentuknya organisasi kepemudaan terstruktur (P3M), serta keuntungan sebesar Rp528.000 dalam tiga hari yang dialokasikan secara transparan untuk mendukung kegiatan HUT RI dan keberlanjutan modal usaha. Temuan ini menegaskan bahwa strategi kolaboratif berbasis potensi lokal, penguatan modal sosial, dan akses pasar yang nyata mampu mempercepat keterlibatan pemuda serta membangun fondasi kemandirian ekonomi desa. Penguatan lanjutan perlu diarahkan pada diversifikasi produk, standardisasi produksi dan higiene, penguatan merek/kemasan, serta kemitraan pemasaran yang lebih luas.