Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Pembangunan Akses Jalan Lingkar Bukit Gado-Gado terhadap Kondisi Pariwisata dan Perekonomian Masyarakat Pantai Air Manis, Kota Padang Alqadri, Ihsan; Iskarni, Paus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5234

Abstract

Pembangunan infrastruktur pariwisata memiliki peran penting dalam meningkatkan aksesibilitas, kunjungan wisatawan, dan perekonomian masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pembangunan Jalan Lingkar Bukit Gado-Gado terhadap pariwisata dan ekonomi di kawasan Pantai Air Manis, Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei, observasi, dokumentasi, dan analisis spasial menggunakan data kunjungan wisata, fasilitas, dan pendapatan pelaku UMKM. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan aksesibilitas, terlihat dari tersambungnya jalur ke objek wisata utama seperti Pantai Pasia Putiah dan Pantai Marawa. Fasilitas pendukung pariwisata bertambah, misalnya gazebo meningkat dari 10 menjadi 70 unit, toilet umum dari 8 menjadi 10 unit, serta penambahan shelter dan trotoar. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat dari 66.137–70.607 orang (2017–2018) menjadi 272.413 orang pada puncaknya tahun 2022. Analisis pendapatan UMKM menunjukkan bahwa 54,07% pelaku usaha dengan pendapatan awal Rp0 meningkat menjadi Rp1.500.000–21.000.000, dan seluruh kelompok pelaku ekonomi menunjukkan peningkatan signifikan (Paired Sample T-Test, p < 0,05). Pembangunan jalan tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung dan fasilitas, tetapi juga memicu pertumbuhan usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat perputaran ekonomi lokal. Kesimpulannya, Jalan Lingkar Bukit Gado-Gado memberikan dampak positif nyata terhadap pariwisata dan ekonomi lokal, menjadikan kawasan Pantai Air Manis berkembang menjadi zona ekonomi wisata yang aktif dan berkelanjutan.