Kepatuhan pajak merupakan aspek penting dalam mendukung pembangunan nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan. Khususnya di kalangan generasi muda seperti mahasiswa. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman subjektif mahasiswa dalam menginternalisasi nilai-nilai kepatuhan pajak dari orang tua sebagai agen sosialisasi utama dalam pembentukan niat kepatuhan pajak diri. Penelitian ini mengkaji peran orang tua dalam membentuk kepatuhan pajak mahasiswa dan gambaran pengalaman internalisasi nilai pajak dari orang tua. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan empat hingga enam mahasiswa aktif sebagai partisipan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan aplikasi MAXQDA dengan teknik coding dan thematic analysis. Hasil penelitian diharapkan memperkaya kajian teoritis tentang sosialisasi nilai dan pembelajaran sosial dalam konteks perpajakan, serta menjadi landasan pengembangan program edukasi pajak yang lebih kontekstual dan efektif bagi mahasiswa sebagai calon wajib pajak di masa mendatang. Hasilnya menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai kepatuhan pajak pada mahasiswa terjalin melalui peran keluarga dan pendidikan. Orang tua terutama memiliki peranan utama dalam memperkenalkan nilai kepatuhan pajak. Mahasiswa menangkap nilai tersebut lewat pengamatan, pengalaman sehari-hari, dan kebiasaan dalam lingkungan keluarga. Pendidikan formal di sekolah melengkapi pemahaman teknis serta tanggung jawab pajak. Kesadaran pribadi mulai terbentuk ketika mahasiswa memahami bahwa pajak memiliki fungsi sosial dalam pembangunan. Dengan demikian, internalisasi nilai pajak berasal dari kombinasi pengalaman nyata, pengajaran, dan teladan positif dari keluarga.