Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik umum di banyak lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengenalkan musik sebatas kegiatan menyanyi, tanpa pendalaman unsur musikal seperti nada, ritme, dan melodi. Berbeda dengan praktik tersebut, TK Kemala Bhayangkari 02 Tanjung Morawa secara konsisten menyelenggarakan ekstrakurikuler drumband sebagai media pembelajaran musik yang berbasis pengalaman langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan kecerdasan musikal anak, yang meliputi aspek nada, ritme, dan melodi, melalui kegiatan drumband. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini melibatkan 14 anak kelompok B, 1 orang guru kelas, dan 1 orang pelatih drumband sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler drumband secara efektif menstimulasi kecerdasan musikal anak, di mana anak-anak secara bertahap mampu membedakan bunyi (nada), menjaga keteraturan ketukan (ritme), dan menggabungkan keduanya menjadi alunan lagu sederhana (melodi). Selain itu, kegiatan ini juga terbukti menumbuhkan sikap disiplin, rasa percaya diri, dan kemampuan kerja sama tim. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrakurikuler drumband bukan hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga merupakan media pendidikan musikal yang bermakna untuk menumbuhkan kepekaan musikal pada anak usia dini.