The study purpose was Mengidentifikasi masalah psikososial siswa di SMK Gandapura, Kabupaten Bireuen, Mengetahui proses bimbingan konseling Islam di SMK Gandapura, Kabupaten Bireuen, Mengetahui dampak bimbingan konseling Islam terhadap masalah psikososial remaja di SMK Gandapura, Kabupaten Bireuen. Materials and methods. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam proses perolehan datanya. Data diperoleh melalui wawancara tertulis pada 32 responden yang merupakan siswa SMK Gandapura. Results. Psikososial remaja melibatkan aspek emosi-lingkungan sosial, aspek pikiran-lingkungan sosial, aspek emosi-hubungan sosial, dan aspek pikiran-hubungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek emosi dan kognisi dalam lingkungan sosial, siswa mengalami tekanan emosi, kecemasan, ketidaknyamanan, dan kebingungan yang menghambat proses belajar serta interaksi sosial. Namun, pada aspek pikiran dan hubungan sosial, dukungan dari guru bimbingan konseling dan teman sebaya terbukti membantu mengurangi dampak negatif emosi dan meningkatkan adaptasi psikososial siswa di sekolah. Siswa merasa lebih tenang, lega, dan dipahami setelah mengikuti bimbingan konseling. Program Bimbingan Konseling di SMK Gandapura berhasil memposisikan diri sebagai sistem pendukung yang responsif terhadap kebutuhan psikososial siswa. Dimana bimbingan konseling membantu responden dalam penyelesaian masalah, membantu seluruh responden dalam pengambilan keputusan, membantu responden dalam adaptasi dan komunikasi. Secara keseluruhan bimbingan konseling berdampak terhadap perkembangan psikososial siswa. Conclusions. Psikososial remaja melibatkan aspek emosi-lingkungan sosial, aspek pikiran-lingkungan sosial, aspek emosi-hubungan sosial, dan aspek pikiran-hubungan sosial. Program Bimbingan Konseling di SMK Gandapura berhasil memposisikan diri sebagai sistem pendukung yang responsif terhadap kebutuhan psikososial siswa. Secara keseluruhan bimbingan konseling berdampak terhadap perkembangan psikososial siswa.