Keberadaan rumah adat di Desa Maria Kabupaten Bima mencerminkan kekayaan arsitektur tradisional yang masih dipertahankan oleh masyarakat setempat. Material utama yang digunakan dalam konstruksi bangunan tersebut adalah kayu jati (Tectona grandis) yang dikenal memiliki ketahanan dan kekuatan tinggi terhadap pengaruh lingkungan tropis serta hama perusak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik kayu jati yang dimanfaatkan pada elemen-elemen struktural rumah adat, khususnya pada bagian kolom dan balok. Analisis dilakukan terhadap lima sampel kayu yang diambil dari struktur rumah adat dengan parameter pengujian meliputi kadar air, kerapatan dan berat jenis. Seluruh pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan prosedur yang mengacu pada standar pengujian nasional (SNI). Berdasarkan hasil pengujian kadar air yang terkandung dalam sampel kayu menunjukkan rentang 13.04% hingga 16.67% dengan nilai rata-rata sebesar 14.26% rentang ini menunjukkan bahwa kondisi kelembapan kayu masih dalam batas wajar dan aman menurut standar. Nilai kerapatan berkisar antara dalam rentang 600 hingga 624 kg/m³ dengan nilai rata-rata sebesar 616 nilai ini tetap masuk dalam kategori kayu keras dan memenuhi standar kelayakan untuk digunakan dalam elemen struktural utama rumah tradisional. Nilai berat jenis berada pada rentang 0.5992–0.6232 yang menurut SNI 03-3527-2013 termasuk kayu berat sedang hingga berat cocok untuk konstruksi rumah adat. Hal ini membuktikan bahwa pemanfaatan kayu jati oleh masyarakat tradisional Desa Maria merupakan hasil dari pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun dan terbukti efektif penelitian ini memberikan dasar ilmiah mengenai pemilihan dan penggunaan material lokal dalam konstruksi rumah adat serta menjadi kontribusi penting dalam upaya pelestarian arsitektur tradisional melalui pendekatan teknis dan ilmiah.