Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mencegah dan menangani kenakalan remaja di SMP Negeri 20 Kota Jambi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari adanya kecenderungan perilaku menyimpang pada siswa usia remaja awal, seperti pelanggaran tata tertib, rendahnya disiplin belajar, konflik antarsiswa, serta perilaku berisiko tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi Guru BK, wali kelas, guru mata pelajaran, kepala sekolah, dan siswa yang relevan dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kenakalan remaja yang terjadi tergolong ringan hingga sedang dan masih dalam batas dapat dibina. Peran Guru BK terbukti berjalan optimal melalui tiga fungsi utama, yaitu fungsi preventif, kuratif, dan pengembangan. Pada fungsi preventif, Guru BK melaksanakan layanan pembinaan karakter, penyuluhan, dan bimbingan kelompok untuk mencegah munculnya perilaku menyimpang. Pada fungsi kuratif, Guru BK memberikan layanan konseling individu dan kelompok dengan pendekatan empatik serta melibatkan orang tua dan pihak sekolah melalui konferensi kasus. Sementara itu, pada fungsi pengembangan, Guru BK membantu siswa menggali potensi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mendorong keterlibatan dalam kegiatan positif di sekolah. Optimalisasi peran Guru BK didukung oleh kerja sama kepala sekolah dan guru, tata tertib yang jelas, serta hubungan interpersonal yang baik antara Guru BK dan siswa. Namun, terdapat beberapa hambatan seperti rasio Guru BK yang belum ideal, stigma ruang BK, keterlibatan orang tua yang belum merata, serta pengaruh media sosial dan lingkungan pergaulan. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan BK memiliki kontribusi signifikan dalam menekan tingkat kenakalan remaja dan menciptakan iklim sekolah yang kondusif. Oleh karena itu, penguatan layanan bimbingan dan konseling perlu terus dioptimalkan sebagai bagian integral dari pendidikan karakter di sekolah.