Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Metode Sosiodrama dan Kaidah Ilmu Ma’ani: Inovasi Pembelajaran Maharah Kalam di Pondok Pesantren Annuqayah Al-Khasy, Moh. Ali Qorror; Nasyfiliziana, Ana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i1.7692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode sosiodrama dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab dan kaitannya dengan kaidah ilmu ma’ani di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Selatan putri. Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi krusial dalam penguasaan bahasa Arab yang memerlukan strategi pembelajaran inovatif. Metode sosiodrama dipilih karena kemampuannya mengintegrasikan aspek linguistik, pragmatik, dan performatif dalam konteks komunikatif yang autentik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota lembaga bahasa An-Nabilah, serta dokumentasi. Subjek penelitian adalah santriwati yang tergabung dalam lembaga bahasa Arab An-Nabilah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan triangulasi sumber data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode sosiodrama dilaksanakan melalui dua format: pertunjukan bulanan dengan satu permasalahan dan pertunjukan akhir tahun dengan plot kompleks. Implementasi metode mencakup tahapan pra-pertunjukan (penulisan naskah, pembagian peran, latihan), pelaksanaan pertunjukan (dengan memperhatikan ekspresi wajah, ekspresi tubuh, intonasi, dan kaidah bahasa), dan evaluasi. Analisis menunjukkan penggunaan kaidah ilmu ma’ani dalam dialog, meliputi kalimat khabariyah (78%), kalimat insya’iyah (22%), kondisi mukhathab, dan struktur musnad-musnad ilaih. Metode ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki lafal, dan memperkaya kosakata, meskipun masih terdapat kendala dalam penguasaan intonasi Arab standar dan keterbatasan pemahaman ilmu ma’ani secara eksplisit.