Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ALMARFŪ‘ᾹT DALAM SURAT YĀSĪN DAN MODEL PEMBELAJARAN QAWᾹ‘ID-NYA UNTUK PEMULA Mufhimah, Ziha Fikri; Sunarko, Asep; Al-Khasy, Moh. Ali Qorror; Farandika, Azzahra Rabi; Fahmi , Dalla Sahal; Sindo, Pablo
Al Jabiri: Jurnal Ilmiah Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2023): AL-JABIRI: Jurnal Ilmiah Studi Islam
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/aljabiri.v2i2.545

Abstract

This research aims to 1) find out the variety of almarfūʻāt in Surah Yasin, 2) find out the qawāʻid almarfūʻāt learning model for beginners, and 3) understand the concept of almarfūʻāt learning for beginners. This research uses qualitative research in the form of literature. Using primary data sources, namely the Al-Quran Al-Karim, the book Matn Jurumiyah by Ahmad Zaini Dahlan, and the book Iʻrobul Koran bil Qiraati Asyrah Almutawatir. And secondary data in the form of books that are relevant to the research focus. So the data collection technique uses documentary study techniques and online data search techniques. Then, analyze the data using content analysis and discourse analysis. The results of the research show that there are 234 isim-isim that are read by rofaʻ in Surah Yāsīn with details of 96 fāʻil consisting of 8 isim ẓāhir and 88 isim ḍamir (35 ḍamir mustatir and 53 ḍamir bariz), 9 nāibul fāʻil consisting of 2 isim ẓāhir and 7 isim ḍamir, 38 mubtadaʻ consisting of 18 mubtadaʻ isim ẓāhir (10 mubtadaʻ isim ẓāhir muqoddam, and 8 muakhar) and 21 mubtadaʻ isim ḍamir , 47 khabar consisting of 16 khabar mufrod and 31 khabar ghoiru mufrod, 11 isim kana, 19 khabar inna. And 14 tābiʻ consisting of 11 naʻat, 2 aṭaf, and 1 badal. The learning model uses RPP (learning implementation plan) with fa'il and mubtada' khabar material as an example. The concept of al-marfūʻāt learning takes the theme of أَلْأَدَاوَتُ الْمَدْرَسيَّةِ (school equipment), several examples of al-marfūʻāt in Surah Yāsīn to be used as examples, learning materials, practices and exercises for students. To understand the contents that rofaʻ reads in learning Arabic. Learning Arabic material on al-marfūʻāt MTs class VII uses a structural approach. The learning method uses inductive and deductive methods. The techniques used are in accordance with the 4 Arabic language skills, namely listening, speaking, reading and writing. The learning media used consists of the teacher's voice, whiteboard, reading text and pictures. Learning evaluation consists of non-test techniques in the form of observation, as well as test techniques in the form of formative tests.
Integrasi Metode Sosiodrama dan Kaidah Ilmu Ma’ani: Inovasi Pembelajaran Maharah Kalam di Pondok Pesantren Annuqayah Al-Khasy, Moh. Ali Qorror; Nasyfiliziana, Ana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i1.7692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode sosiodrama dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab dan kaitannya dengan kaidah ilmu ma’ani di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Selatan putri. Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi krusial dalam penguasaan bahasa Arab yang memerlukan strategi pembelajaran inovatif. Metode sosiodrama dipilih karena kemampuannya mengintegrasikan aspek linguistik, pragmatik, dan performatif dalam konteks komunikatif yang autentik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengurus dan anggota lembaga bahasa An-Nabilah, serta dokumentasi. Subjek penelitian adalah santriwati yang tergabung dalam lembaga bahasa Arab An-Nabilah. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan triangulasi sumber data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode sosiodrama dilaksanakan melalui dua format: pertunjukan bulanan dengan satu permasalahan dan pertunjukan akhir tahun dengan plot kompleks. Implementasi metode mencakup tahapan pra-pertunjukan (penulisan naskah, pembagian peran, latihan), pelaksanaan pertunjukan (dengan memperhatikan ekspresi wajah, ekspresi tubuh, intonasi, dan kaidah bahasa), dan evaluasi. Analisis menunjukkan penggunaan kaidah ilmu ma’ani dalam dialog, meliputi kalimat khabariyah (78%), kalimat insya’iyah (22%), kondisi mukhathab, dan struktur musnad-musnad ilaih. Metode ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki lafal, dan memperkaya kosakata, meskipun masih terdapat kendala dalam penguasaan intonasi Arab standar dan keterbatasan pemahaman ilmu ma’ani secara eksplisit.