Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam peran manajemen talenta dan pengembangan karier dalam memupuk komitmen organisasional di kalangan tenaga kerja terampil pada industri kreatif di Indonesia. Di tengah fenomena tingginya mobilitas tenaga kerja di sektor kreatif, organisasi menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan modal intelektual yang menjadi penggerak utama inovasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus deskriptif, penelitian ini menggali perspektif subjektif dari para profesional kreatif dan manajer sumber daya manusia melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa manajemen talenta yang efektif di industri kreatif tidak hanya bergantung pada sistem pemetaan formal, tetapi lebih pada pengakuan terhadap keunikan estetika dan teknis individu. Temuan menunjukkan bahwa pengembangan karier yang bersifat protean dan non-linear—yang lebih mengutamakan penguasaan keahlian spesialis daripada promosi manajerial tradisional—memiliki korelasi yang sangat kuat terhadap peningkatan komitmen afektif. Karyawan cenderung menunjukkan loyalitas yang lebih tinggi ketika mereka merasa bahwa organisasi memberikan panggung untuk aktualisasi diri dan investasi berkelanjutan terhadap pertumbuhan profesional mereka. Integrasi antara pengakuan bakat yang transparan dan jalur pertumbuhan yang personal menciptakan rasa keadilan prosedural yang memperkuat keterikatan emosional karyawan terhadap organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis mengenai pentingnya humanisasi praktik manajemen talenta di sektor kreatif dan menawarkan implikasi praktis bagi perusahaan untuk merancang strategi retensi yang lebih responsif terhadap aspirasi individu guna menjaga keberlanjutan daya saing di pasar global yang dinamis.