Rahmadani, Reiza Wahyu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Student’s Syndrome terhadap Keterlambatan Progres Pekerjaan pada Proyek Konstruksi Gedung Kampus Rahmadani, Reiza Wahyu; Lusiana, Lusiana; Rafie, Rafie
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8590

Abstract

Student’s Syndrome merupakan perilaku menunda pekerjaan hingga mendekati batas waktu yang dapat berdampak pada menurunnya produktivitas serta keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi. Dalam praktik pelaksanaan proyek, perilaku ini sering menyebabkan ketidaksesuaian antara progres rencana dan realisasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya Student’s Syndrome pada tenaga kerja berdasarkan progres pekerjaan pada Proyek Pembangunan Gedung Kampus Institut Teknologi dan Bisnis SABDA SETIA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pihak pelaksana proyek, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen proyek berupa time schedule dan laporan prestasi mingguan. Dari total 73 item pekerjaan, sebanyak 30 item dipilih sebagai sampel untuk dianalisis berdasarkan perbandingan progres rencana dan realisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh item pekerjaan yang ditinjau mengalami keterlambatan dengan rentang 3 hingga 16 minggu dari jadwal rencana. Ditemukan pola lonjakan volume pekerjaan pada minggu-minggu akhir pelaksanaan, yang mengindikasikan adanya Student’s Syndrome. Faktor penyebab utama berasal dari faktor internal, seperti penundaan pekerjaan, keterlambatan kehadiran tenaga kerja, keterbatasan tenaga kerja pada tahap awal, serta lemahnya pengawasan. Faktor eksternal berupa keterlambatan distribusi readymix akibat kelangkaan material juga memperparah keterlambatan proyek. Meskipun demikian, beberapa pekerjaan menunjukkan volume realisasi yang melebihi rencana, menandakan kemampuan teknis tenaga kerja yang sebenarnya memadai. Dapat disimpulkan bahwa Student’s Syndrome berperan signifikan terhadap keterlambatan proyek konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat, perencanaan waktu yang realistis, serta penerapan manajemen waktu yang disiplin. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya mempertimbangkan aspek perilaku manusia dalam pengelolaan waktu proyek konstruksi.