Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemodelan Pengaruh Perubahan Geometri Lereng terhadap Longsor dengan GEOSTUDIO 2012 Amirsyah, Al; Aisah, Elpita
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2026.V1301.028-35

Abstract

Longsor merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi pada daerah dengan topografi curam dan kondisi tanah jenuh air, khususnya pada wilayah yang memiliki karakteristik geologi dan hidrologi yang kompleks, seperti Jalan Lintas Pagar Alam–Lahat pada tanggal 31 Oktober 2025 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan penghubung antarwilayah. Oleh karena itu, diperlukan analisis factor of safety (FOS) untuk mengevaluasi tingkat kestabilan lereng pasca kejadian longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geoteknik dan geologi yang menjadi faktor penyebab terjadinya longsor serta mengevaluasi perubahan kestabilan lereng berdasarkan nilai faktor keamanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemodelan numerik dengan perangkat lunak GEOSTUDIO 2012. Pemodelan dilakukan pada dua kondisi, yaitu kondisi lereng sebelum kejadian longsor dan kondisi lereng setelah kejadian longsor, guna melihat perubahan geometri lereng serta pengaruhnya terhadap nilai faktor keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan curah hujan yang dianalisis menggunakan kurva Intensity Duration Frequency (IDF) tidak menyebabkan peningkatan tekanan air pori maupun penurunan faktor keamanan secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh nilai intensitas curah hujan yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai koefisien permeabilitas tanah. Nilai FOS lereng satu hari sebelum longsor sebesar 0,98 yang menunjukkan kondisi lereng berada pada kategori kritis. Sementara itu, nilai FOS pada kondisi saat kejadian longsor atau setelah lereng runtuh meningkat menjadi 1,10 akibat perubahan geometri lereng dari kondisi curam menjadi lebih landai. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan geometri lereng pasca longsor berpengaruh terhadap peningkatan nilai faktor keamanan, namun kondisi lereng masih berada pada kategori kritis.