Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGENALAN MATLAB UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA BAGI SISWA SMAN 2 KOTA PAGAR ALAM Siti Aminah; Elpita Aisah; Didi Ardiansyah
NGABDIMAS Vol 4 No 02 (2021): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.711 KB) | DOI: 10.36050/ngabdimas.v4i02.415

Abstract

--
Analisis Kebutuhan Air Irigasi Di Desa Pagar Banyu Kecamatan Pagar Alam Utara Elpita Aisah
JURNAL ILMIAH BERING'S Vol 6 No 01 (2019): Jurnal Ilmiah Bering's
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.874 KB) | DOI: 10.36050/berings.v6i01.148

Abstract

The overall need for irrigation water needs to be known as it is one of the important stages required in the planning and management of irrigation systems. Based on this, the purpose of this research is to analyze the irrigation water requirement in the study area of ​​Irrigation Area of ​​Pagar Banyu Village, Pagar Alam Utara Subdistrict, for Irrigation Area of ​​Pagar Banyu Village with an area of ​​26 ha, the source of water comes from Pagar Banyu water siring. Factors for determining irrigation water requirements include land preparation, consumptive use, percolation and seepage, effective change of water layer and rainfall. The calculation is done manually with the concept of KP-01. The need for irrigation water starts from the beginning of November using the rice-rice-palawija cropping pattern. From the total calculation, the irrigation water demand is 1.02 m3 / dt, while the available water discharge in Pagar Banyu is 1.37m3 / st, thus it can be concluded that the available water can meet the irrigation water needs in the irrigation area of ​​Pagar banyu Village Kecamtan Northern nature fence.
SOSIALISASI PENERAPAN MESIN PENETAS TELUR PETERNAK ITIK DAN PROMOSI PEMASARAN SECARA ONLINE PADA KELOMPOK TERNAK DESA SUKA RAJA siti muntari; Fitria Rahmadayanti; Elpita Aisah
NGABDIMAS Vol 5 No 02 (2022): NGABDIMAS (Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36050/ngabdimas.v5i02.602

Abstract

Masyarakat desa Suka Raja Kecamatan Sukamerindu Kabupaten Lahat hampir Sebagian adalah peternak itik. dimana peternak itik desa suka raja selama ini untuk penetasan itik belum memakai mesin masih lakukan secara konvensional sehingga memakan waktu yang cukup lama dan seringkai mengalami kegagalan penetasan .Tujuan dari PKM ini sosialisasi penerapam mesin penetas telur itik serta pemasaran secara onlane, .,motede yang di gunakan melalui dua tahapan yaitu : tahap pertama, observasi langsung ke desa suka raja dan wawancara secara langsung dengan peternak itik desa suka raja sebagai stakeholder, bertujuan untuk memperoleh informasi kondisi secara real mengenai peternak itik. Tahap kedua ialah tahap pemecahan solusi untuk menyelesaikan masalahan yang ada di kelompok ternak itik. Hasil PKM ini penerapan mesin penetas telur itik guna mempercepat produktivitas serta berupa masyarakat mampu menjalankan mesin penetas itik dengan baik dan pemasaran penjualan secara onlane melalui wabsate , facebook, intrgram dan youtobe. Peternak Itik; Produktivitas; Mesin Penetas Telur; Penjualan Online .
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN UPTD PENGELOLAAN AIR MINUM KOTA PAGAR ALAM Elpita Aisah; Fameira Dhiniati; Rahmila Rahmila
Jurnal Ilmiah BERING Vol. 11 No. 01 Maret (2023): BERING: Jurnal Imiah Besemah Engineering
Publisher : P3M Institut Teknologi Pagar Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: UPTD Pengelolaan Air Minum Kota Pagar Alam, telah mengupayakan memberi kepuasan dan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih kepada pelanggan, namun dalam perjalanannya sering mendapatkan keluhan dari pelanggan. Keluhan pelanggan itu sendiri berupa tentang sulitnya mendapatkan pasokan air bersih, di karena sering terjadinya air kecil dan air sering mati yang di sebabkan oleh tingkat kebocoran pipa pada jaringan instalasi perpipaan UPTD Pengelolaan Air Minum, sehingga tampak masih menjadi kendala terhadap permintaan pelanggan akan air bersih yang semakin meningkat, namun pelayanan yang di berikan belum sebanding yang diharapankan pelanggan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan UPTD Pengelolaan Air Minum Kota Pagar Alam, dengan menggunakan metode Customer Statisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analisys (IPA), maka dari hasil perhitungan CSI (Customer Satifacition Index) terhadap kualitas produk didapatkan nilai rata-rata skor tingkat kepuasan pelanggan sebesar 59,4% atau 0,59 yang artinya angka ini termasuk kedalam kinerja cukup puas. Sedangakan IPA (Importance and Performance Analysis), dilakukan terhadap mutu produk dan kualitas pelayanan yang nilai keseluruhannya dapat ditetapkan sebagai tingkat kepuasan pelanggan UPTD Pengelolaan Air Minum Kota Pagar Alam berada pada dikuadran (A) dengan penjelasan kualitas jasa yang dianggap sangat penting namun kinerjanya dianggap belum sesuai dengan harapan pelanggan. Kunci Utama: Tingkat Kebocoran, CSI dan IPA, UPTD PAM.
Kapasitas Daya Dukung Pondasi Dangkal dengan Teori Terzaghi dan Mayerhof Aisah, Elpita; Dhiniati, Fameira
Konstruksia Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.1.127-136

Abstract

Pondasi merupakan elemen penting dalam proses konstruksi bangunan yang bertugas untuk menyalurkan dan mendistribusikan beban dari struktur bangunan ke tanah dibawahnya. Pondasi dangkal adalah jenis pondasi yang sering digunakan dalam proyek bangunan sederhana hingga menengah, dalam pembangunan konstruksi gedung hal penting yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis kapasitas daya dukung pondasi dangkal, karena untuk mempertimbangkan nilai keamanan struktural, karakteristik tanah, beban yang akan dipikul, serta perubahan lingkungan, analisis juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besar nilai kapasitas dukung izin yang akan menerima beban bangunan tersebut . Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah metode Terzaghi dan Mayerhof, dalam penelitian ini akan dilihat juga faktor bentuk dan kedalaman pondasi yang akan berpengaruh terhadap hasil dari perhitungan ini, akan memperlihatkan perbandingan nilai kapasitas daya dukung pondasi dangkal dan daya dukung pondasi yang diizinkan antara metode Terzaghi dan Metode Mayerhof. Adapun hasilnya menunjukan untuk nilai Qall dengan nilai Df = 1,5 m, B = 1m, metode Terzaghi adalah Qall = 528,9 KN, metode Mayerhof Qall = 2948,5 KN kemudian untuk nilai Df = 2 m dan, B = 2,5 m , metode Terzaghi Qall = 1364,3 KN, untuk metode Mayerhof = 5068,4 KN, dan untuk DF = 3 m, B = 3 m didapatkan nilai Qall untuk metode Terzaghi Qall = 1677,8 KN, metode Mayerhof Qall = 8730,7 KN, dalam hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kapasitas daya dukung yang dizinkan pada pondasi dangkal untuk Metode Mayerhof selalu lebih besar dibandingkan dengan nilai Kapasitas daya dukung yang dizinkan pada metode Terzaghi, pada penelitian ini juga dapat dilihat bahwa semakin besar nilai lebar dan kedalaman pondasi, maka nilai kapasitas daya dukung yang diizinkan juga semakin besar.
ANALISIS KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN METODE US.ARMY CORPS Aisah, Elpita
Jurnal Tekno Global Vol. 13 No. 02
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v13i02.4846

Abstract

ABSTRACT The bearing capacity of pile foundations is highly dependent on soil characteristics, materials, diameter, length, and installation methods. These factors affect the capacity of the pile to support the load, both from the capacity of the pile tip and the friction of the pile skin. The calculation of the bearing capacity of the foundation was carried out on the D.I. Lematang Irrigation gutter construction project in Pagar Alam City, especially on the foundation of the 3-channel gutter bridge of D.I. Lematang irrigation, to investigate whether the bearing capacity of the foundation can support the planned load or not because considering the main strength of a structure depends on its foundation, if the bearing capacity of the foundation is said to be safe, then undesirable things such as failure of the upper structure of the bridge gutter caused by foundation failure will not occur. The purpose of this study is to determine the value of the bearing capacity of the pile foundation that will be obtained to support the load above it. The calculation of the bearing capacity of the pile foundation is carried out using the U.S Army Corps method, the foundation is planned with a diameter of 1.4 m and a foundation depth of 16 m based on the Standard Penetration Test data in the calculation of the bearing capacity of the foundation, the ultimate bearing capacity value Qult is 36257.7684 kN, the permissible bearing capacity value Q all is 14503.107 kN for a single pile foundation, the number of piles is 18 with a distance of 5 m, for the efficiency value of the pile group is 1.028 and the bearing capacity of the pile foundation group Qall group is 268365.492 kN with a planned load of 265200 kN, meaning that the bearing capacity value of the pile group is greater than the planned load, meaning that this meets the requirements. Keywords: Foundation, Pile, Pile Carrying Capacity   ABSTRAK  Kapasitas dukung pondasi tiang sangat bergantung pada karakteristik tanah, bahan, diameter, Panjang,metode pemasangan. Faktor ini mempengaruhi kapasitas tiang dalam menopang beban, baik dari kapasitas ujung tiang maupun gesekan kulit tiang. Perhitungan daya dukung pondasi dilakukan pada proyek pembangunan talang air D.I Irigasi Lematang Kota Pagar Alam khususnya pada pondasi jembatan talang 3 saluran irigasi D.I Lematang, untuk menyelidiki apakah kapasitas daya dukung pondasi dapat menopang beban yang direncanakan atau tidak karena mengingat kekuatan utama pada suatu struktur tergantung pondasinya, jika kapasitas daya dukung pondasi dikatakan aman maka hal yang tidak diinginkan seperti kegagalan struktur atas talang jembatan yang disebabkan oleh kegagalan pondasi tidak akan terjadi . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang yang akan didapatkan untuk menopang beban yang ada diatasnya. Perhitungan kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang dilakukan dengan menggunakan metode U.S Army Corps, pondasi direncanakan dengan diameter sebesar 1,4 m dan kedalaman pondasi sedalam 16 m berdasarkan data Standart Penetration Test dalam perhitungan kapasitas daya dukung pondasi didapatkan nilai kapasitas daya dukung ultimit Q ult sebesar  36257,7684 kN, nilai kapasitas daya dukung izin Q all 14503,107 kN untuk pondasi tiang tunggal, didapatkan jumlah tiang sebanyak 18 buah dengan jarak 5 m, untuk nilai efesiensi kelompok tiang didapatkan 1,028 dan kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang kelompok Qall kelompok didapatkan nilai sebesar 268365,492 kN dengan beban yang direncanakan 265200 kN artinya nilai kapasitas daya dukung kelmpok tiang lebih besar dari pada beban yang direncanakan, artinya hal ini memenuhi persyaratan. Kata Kunci: Pondasi ,Tiang Pancang, kapasitas Daya Dukung 
Pembuatan Batako dengan Abu Sekam Padi untuk Meningkatkan Ekonomi Kelompok Tani di Pagar Alam Aisah, Elpita; Dhiniati, Fameira; Rahmadayanti, Fitria
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16307

Abstract

Pendahuluan: Di Desa Tugu Wangi, sekam padi masih dibakar, sehingga menyebabkan polusi udara. Namun, abu sekam padi dapat dimanfaatkan untuk membuat batako, karena memiliki kandungan selulosa, lignin, dan silika, yang dapat meningkatkan kekuatan batako dan memiliki nilai jual. Metode: Sosialisasi tentang pemanfaatan abu sekam padi dalam pembuatan batako. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan langsung pembuatan batako menggunakan teknologi molen mixer, serta pendampingan untuk memastikan kelanjutan produksi dan pemasaran produk batako. Hasil: Kegiatan ini berhasil menghasilkan batako dari abu sekam padi, memberikan nilai tambah ekonomi bagi Kelompok Tani Tebat Empai Subur di Desa Tugu Wangi. Para peserta pelatihan kini mampu memproduksi batako dengan teknologi yang diterapkan dan meningkatkan pendapatan mereka. Kesimpulan: Pemanfaatan abu sekam padi sebagai bahan pembuatan batako dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Desa Tugu Wangi, serta mengurangi polusi udara dari pembakaran sekam padi. Kegiatan ini menawarkan peluang bisnis baru yang berkelanjutan.  
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PASCAPANEN SMART GREEN HOUSE KOPI PROSES BASAH DAN KERING (BASRING) PADA KELOMPOK TANI EMPAI SUBUR Muntari, Siti; Aisah, Elpita; Gusmaliza, Debi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5330-5337

Abstract

Produk kopi telah menjadi kebutuhan dan gaya hidup seluruh kalangan masyarakat terutama pada penikmat kopi. Penerapan teknologi pascapanen pada produksi kopi merupakan langkah dalam meningkatkan kualitas dan nilai jual produk kopi. Pkm bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi terbaru dalam proses pengolahan kopi, baik dalam bentuk basah maupun kering. Pelatihan dan pendampingan ini menekankan pada penggunaan Smart Green House, yang memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap lingkungan pengeringan dan fermentasi kopi. Dengan penerapan teknologi ini, dapat meningkatkan efisiensi proses, mempertahankan kualitas biji kopi. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para petani dalam mengaplikasikan teknologi pascapanen yang lebih modern dan efisien, sehingga dapat mendukung keberlanjutan usaha tani kopi di Kota Pagar Alam.
Studi Pengaruh Curah Hujan Terhadap Stabilitas Lereng Menggunakan Program Perisi Aisah, Elpita; Gofar, Nurly
Jurnal Rekayasa Sipil Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.18.2.133-147.2022

Abstract

Hujan merupakan salah satu penyebab keruntuhan lereng. Infiltrasi hujan ke dalam tanah dapat meningkatkan kadar air tanah, menurunkan tekanan air pori negatif, dan meningkatkan berat isi tanah atau bahkan menaikkan muka air tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi lereng di sepanjang Jalan Lematang Kota Pagar Alam, meliputi geometri dan kondisi tanah serta menganalisis curah hujan yang dapat mempengaruhi stabilitas lereng. Pengamatan dan analisis stabilitas dilakukan pada enam titik sepanjang jalan tersebut. Pengamatan awal dan pengujian laboratorium menunjukkan bahwa tanah pembentuk lereng adalah lempung dan lanau dengan plastisitas rendah. Sudut kemiringan lereng berkisar antara 27o hingga 39o, dan panjang lereng antara 60 dan 350 m. Analisis stabilitas menggunakan Metode Bischop menunjukkan bahwa secara umum lereng tidak stabil (FOS < 1,5), meskipun secara visual lereng dalam kondisi baik. Oleh karena itu, dipasang rambu peringatan untuk memperingatkan pengguna jalan agar berhati-hati. Dalam studi ini. program PERISI digunakan untuk mengevaluasi apakah hujan dapat mempengaruhi stabilitas lereng di masa yang akan datang. Program ini mengasumsikan panjang lereng tidak terhingga dan dikembangkan berdasarkan konsep tanah tak jenuh. Program ini membutuhkan tiga input yaitu: geometri lereng, IDF yang dihitung berdasarkan curah hujan yang tercatat di stasiun curah hujan Pagar Alam selama 30 tahun (1985 – 2015), dan karakteristik tanah yang diwakili oleh SWCC dan fungsi konduktivitas hidrolik, serta kekuatan geser tanah tak jenuh. Dari analisis menggunakan PERISI dengan hisapan awal -30 kPa didapatkan bahwa lereng dalam kondisi aman. Kondisi ekstrim disimulasikan dengan menerapkan curah hujan dengan durasi 30 hari berdasarkan IDF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan faktor keamanan yang signifikan pada kedalaman 0 – 5 m. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan IDF curah hujan dengan intensitas 24 mm/hari selama 30 hari tidak menyebabkan terjadinya longsor di Jalan Lematang Kota Pagaralam.
Analisis Dinding Penahan Tanah Tipe Gravitasi Aisah, Elpita; Nasrullah, Abdi
(JITEK)Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 11, No 1/Mei (2025): Jitek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jitek.v11i1/Mei.23323

Abstract

Jalan Lematang  Kota Pagar Alam merupakan salah satu akses vital yang menghubungkan Kota Pagar Alam dengan Kota Lahat, jalan ini berada pada kontur lahan berbukit rawan terhadap gerakan tanah. Kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan tekanan lateral secara signifikan terhadap kondisi yang ada sehingga terjadilah longsor pada area jalan lematang ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan dinding penahan tanah tipe gravitasi menggunakan metode Rankine di Kota Pagar Alam. Dinding penahan tanah berfungsi sebagai konstruksi pencegah longsor, khususnya pada daerah dengan kontur tanah yang tidak stabil. Dalam studi ini, dinding penahan tanah dirancang dengan panjang 40 meter dan tinggi 7 meter. Analisis dilakukan untuk menentukan faktor keamanan terhadap gaya geser, gaya guling, dan daya dukung tanah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa faktor keamanan terhadap geser untuk kondisi normal adalah 2,656, terhadap guling  sebesar 3,390, dan terhadap daya dukung tanah sebesar 5,147, sementara untuk kondisi extrem adalah 2,039 terhadap geser  2.874 terhadap guling  dan SF sebesar 4,654. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa struktur dinding penahan tanah memiliki tingkat kestabilan yang baik dan memenuhi kriteria keamanan. Dengan demikian, konstruksi ini dapat diandalkan sebagai solusi untuk mengurangi risiko longsor wilayah penelitian.