Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Tingkat Kerentanan Bencana Banjir di Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu Menggunakan Data Spasial dan Metode Overlay Berbasis Sistem Informasi Geografis Luliana Luliana
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu TeknikĀ  Vol. 3 No. 5 (2025): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v3i5.1200

Abstract

This study aims to analyze the level of flood hazard in Baturaja Barat District, Ogan Komering Ulu Regency, by applying a spatial approach using Geographic Information Systems (GIS) through the overlay method. The analysis was carried out by integrating six main physical parameters, namely rainfall, land use, elevation, slope, river density, and soil type. Each parameter was assigned a score and weight according to its influence on flood potential and subsequently processed spatially to produce a flood hazard map. The results indicate that the Baturaja Barat District area is classified into three hazard levels: low (3.25%), moderate (70.64%), and high (25.84%). Areas with high hazard levels are predominantly characterized by densely populated settlements situated at low elevations and in close proximity to river networks, particularly in Tanjung Karang, Air Gading, Talang Jawa, Karang Agung, and surrounding villages. These findings highlight that land-use changes, topographic conditions, and the distribution of river networks play significant roles in increasing flood risk. The results of this study are expected to serve as a foundation for spatial planning, the strengthening of disaster mitigation policies, and the enhancement of community preparedness against flood hazards in the region.
Karakterisasi Plastisitas Batulempung dan Batupasir Berdasarkan Batas Atterberg pada Titik Bor AKB-52A Astrid Fadhilah; Putra Putra; Luliana Luliana; Tria Rahmawati
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 3 (2026): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i3.119

Abstract

Karakterisasi batas Atterberg diperlukan untuk mengidentifikasi perubahan konsistensi material berbutir halus dan mendukung interpretasi awal sifat geoteknik. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai batas cair (LL), batas plastis (PL), dan indeks plastisitas (PI) pada sampel batulempung dan batupasir dari titik bor AKB 52A, serta membandingkan kecenderungan nilai antarsampel. Data diperoleh dari pengujian laboratorium mekanika tanah, kemudian dihitung PI sebagai selisih LL dan PL serta ditafsirkan secara deskriptif dengan bantuan diagram plastisitas dan kriteria AASHTO. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel batulempung memiliki LL 51,07-67,20%, PL 29,06-40,67%, dan PI 13,77-30,58%. Sampel batupasir memiliki LL 41,92-48,51%, PL 25,02-29,38%, dan PI 16,38-22,14%. Secara umum, batulempung menunjukkan batas cair dan indeks plastisitas yang lebih tinggi dibandingkan batupasir, terutama pada sampel 11 AKB 52A, sehingga mengindikasikan pengaruh fraksi halus atau mineral lempung yang lebih dominan. Batupasir tetap memperlihatkan plastisitas sedang, yang menunjukkan adanya komponen halus berplastisitas pada matriks batuan. Hasil ini dapat menjadi data awal untuk evaluasi kestabilan subgrade, jalan tambang, dan pengelolaan material di area penelitian. Klasifikasi final perlu dilengkapi data gradasi, kadar organik, dan mineralogi.