Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Tanjung enim tourism map website based on geographic information system using leaflet javascript Putra Putra; Astrid Fadhilah
Jurnal Mantik Vol. 7 No. 3 (2023): November: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v7i3.4476

Abstract

Tanjung Enim is one of the villages in Lawang Kidul sub-district, Muara Enim Regency, including a geographical area with cross-provincial coverage that has potential tourism resources and tourist attractions. However, the large potential of tourist attractions in Tanjung Enim is not matched by the development of sufficient geographic information system technology. So not many tourists and the general public know about potential tourist attractions. Geographic Information Systems in the form of websites are designed to search for tourist locations and guide tourists to their destination. WebGIS creation using the Leaflet Javascript Library and Open Street Map for map digitization, HTML5, and CSS3 programming languages. The result of this research is the development of a WebGIS which contains 10 tourist attractions with tourist attraction categories, namely natural tourism, artificial tourism, cultural tourism, and culinary tourism. This WebGIS displays information on tourist destinations, history, product details, and presents information interactively to users. The results of functional testing on desktop and mobile devices show that the percentage of system feasibility is 100% with a very good rating
Pengaruh Intensitas Curah Hujan Terhadap Kualitas Batubara MT-47 di Gerbong TLS II PT. Bukit Asam, Tbk. Astrid Fadhilah; Selfi Murnia Devi; Putra Putra; Muhammad Abdul Ghony
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i1.36

Abstract

PT. Bukit Asam, Tbk. merupakan salah satu pertambangan batubara terbesar di Indonesia yang selalu memprioritaskan kualitas batubara agar sesuai dengan permintaan konsumen. Agar kesesuaian kualitas dapat terpenuhi, pengendalian mutu batubara menjadi kegiatan penting untuk penjagaan dan pemastian kualitas batubara yang dikirim ke konsumen sesuai yang tercatat dengan kontrak jual beli. Pelaksanaan penambangan dan penumpukan batubara di stockpile terdapat permasalahan yaitu berkurangnya kualitas batubara, permasalahan tersebut beberapa diantaranya adalah kurang terjaganya kebersihan jalur area gerbong dan stockpile yang kurang baik serta cuaca alam yang tidak bisa diperkirakan, salah satunya curah hujan. Kandungan air (moisture) adalah salah satu indeks yang paling penting di mana produk batubara dinilai. Penghilangan kadar air dari batubara sangat penting untuk meminimalkan kerugian ekonomi, penanganan dan masalah transportasi, dan untuk memaksimalkan nilai kalori batubara. Air yang terinfiltrasi dapat menguap, mengalir atau tetap berada di dalam timbunan. Berdasarkan analisis pengaruh curah hujan terhadap parameter Total Moisture (TM), Volatile Matter, Total Sulfur, Ash Content, Fixed Carbon, dan Gross Calorific Value terjadi kenaikan kadar tertinggi dan penurunan kadar terendah. Parameter TM kenaikan tertinggi terjadi sebesar 32,27 dan penurunan terendah yaitu 21,40. Parameter VM terjadi kenaikan kadar yaitu 36,18 dan penurunan terendah yaitu 30,95. Parameter FC terjadi kenaikan yaitu 38.09 dan penurunan terendah yaitu 32,47. Parameter ASH terjadi kenaikan kadar tertinggi yaitu 7,48 dan penurunan terendah yaitu 1,52. Parameter TS terjadi kenaikan kadar tertinggi yaitu 0,22 dan penurunan terendah yaitu 0,67. Parameter GCV terjadi kenaikan yaitu 5,517 dan penurunan terendah yaitu 4,594.
PELATIHAN ECO ENZYME SEBAGAI ALTERNATIF PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK KULIT BUAH TINGKAT SLTA KECAMATAN LAWANG KIDUL Putra, Putra; Sarmidi, Sarmidi; Fadhilah, Astrid; Nurbaiti, Nurbaiti; Mases, Yulius
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 3 (2024): Batara Wisnu | September - Desember 2024
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v4i3.306

Abstract

Organic waste management remains a significant environmental challenge, particularly in Lawang Kidul District, where the volume of fruit peel waste continues to increase. This study aims to provide eco-enzyme production training to high school students as an alternative solution for managing organic waste. The methods used include workshops, hands-on practice, and mentoring throughout the three-month fermentation process of eco enzyme. The results showed a success rate of 85.71%, with an average final pH of 3.735 in the first bottle and 3.77 in the second bottle. The produced eco enzyme has potential applications as a natural cleaner, liquid organic fertilizer, and disinfectant. This activity successfully increased students' awareness of the importance of organic waste management and provided practical skills that can be applied at home and in school environments.
Pengaruh dan Korelasi Analisis Proksimat (MAD, VM, Ash dan FC) Terhadap Nilai Hardgrove Grindability Index (HGI) Batubara di PT. Bukit Asam, Tbk. Fadhilah, Astrid; Ah Mirul
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.15

Abstract

Batubara merupakan salah satu bahan bakar yang bersumber dari hidrokarbon berbentuk padat. Analisis proximate memberikan informasi penting bagi perusahaan tambang atau PLTU terkait dengan kualitas bahan bakar yang akan digunakan. HGI merupakan tolak ukur secara laboratorium dari mudah atau sulitnya batubara digerus atau di pulverizing. Berdasarkan hasil pengujian bahwa dari masing-masing parameter analisis proksimat (MAD, VM, Ash dan FC) memiliki hubungan terhadap nilai hardgrove grindability index (HGI) batubara. Parameter moisture air dry (MAD) memiliki hubungan positif (cukup) terhadap nilai HGI batubara dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,265 dan nilai korelasi (r) 0,515, semakin meningkat kadar MAD maka nilai HGI akan semakin meningkat. Kandungan kadar volatile matter (VM) memiliki hubungan positif (sangat rendah) terhadap nilai HGI batubara dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,0211 dan nilai korelasi (r) sebesar 0,1452, semakin meningkat kadar VM maka nilai HGI akan semakin meningkat. Sementara kandungan kadar abu (ash) memiliki hubungan negatif (rendah) terhadap nilai HGI batubara dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,0588 dan nilai korelasi (r) -0,2424, semakin meningkat kadar abu maka nilai HGI akan semakin menurun. Kandungan kadar karbon tertambat (fixed carbon) memiliki hubungan positif (rendah) terhadap nilai HGI batubara dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,0444 dan nilai korelasi (r) sebesar 0,2107, semakin meningkat kadar FC maka nilai HGI akan semakin meningkat
Penentuan Nilai Kuat Tekan Batulempung Dan Batupasir Menggunakan Metode Unconfined Compression Strength Pada Titik Bor SYNC X05 Astrid Fadhilah; Suryandi Suryandi; Muhammad Abdul Ghony; Putra Putra
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i2.43

Abstract

Batulempung dan batupasir berkontribusi secara berbeda dalam proses pertambangan, khususnya dalam hal stabilitas lereng, kapasitas daya dukung struktur, serta metode penambangan yang digunakan. Batulempung dengan kandungan lempung yang tinggi, cenderung lebih rentan terhadap deformasi sehingga memerlukan penanganan khusus untuk menjaga stabilitas. Sebaliknya, batupasir yang lebih keras dan kaku membutuhkan pendekatan penggalian yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif mengenai kuat tekan batulempung dan batupasir sangatlah penting untuk perencanaan dan pelaksanaan operasi tambang yang aman dan efisien. Dapat diketahui bahwa hasil pengujian kuat tekan metode Unconfined Compression Strenght (UCS) pada batulempung di titik bor SYNC X05 dengan nomor sampel 16 dan 18 memiliki tegangan puncak masing-masing 1081,03 kPa (regangan 0,72%) dan 1291,80 kPa (regangan 0,40%). Sedangkan batupasir dengan nomor sampel 17 dan 20 menunjukkan tegangan puncak 929,40 kPa (regangan 0,40%) dan 3340,39 kPa (regangan 0,92%). Dari nilai diatas perbandingan retakan antar sampel batulempung dan batupasir yang memiliki perbedaan yaitu Sample batulempung dari titik bor SYNC X05 dengan kedalaman 65,90 m dan 71,45 m pada sampel nomor 16 dan 18 menunjukkan banyak retakan dengan tipe pecahan kombinasi belahan aksial dan geser, yang berarti sampel mengalami pecahan gabungan dua variasi. Sedangkan, sample batupasir pada kedalaman 68,92 m dan 79,60 m dari sampel nomor 17 dan 20 mengalami sedikit retakan. Retakan pada sampel nomor 17 menunjukkan tipe pecahan kerucut dengan keruntuhan satu arah, sedangkan sampel nomor 20 memperlihatkan pecahan axial yang memanjang searah beban tekan.
Spatial Mapping of Facilities and Infrastructure Using GIS in Pasar Tanjung Enim Village, Muara Enim Regency Putra, Putra; Fadhilah, Astrid
Jurnal Mantik Vol. 9 No. 2 (2025): August: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v8i6.6473

Abstract

Geospatial information and community participation in regional development at various levels, including villages/subdistricts, are currently required to support economic growth and community empowerment. Good planning (based on digital and spatial information) and community participation in community management are presently needed. By utilizing digital and spatial information presented in maps and resource information, geographical locations can be easily identified. This study aims to map resources and infrastructure in Pasar Tanjung Enim Village based on geospatial information and community participation. Specifically, this research aims to provide a database and base maps of high-resolution satellite imagery and thematic maps of resources and infrastructure at the village level (large-scale and detailed), both in digital and hardcopy formats, with the involvement of community participation, and compiled into a village potential map album. Data was collected using spatial data from the Muara Enim Public Works and Spatial Planning Agency, infrastructure surveys with handheld GPS devices, and ESRI satellite imagery as base maps. Spatial data collection and field validation resulted in 148 attribute data. The results of this study are 11 thematic maps at a scale of 1:15,000, namely administrative village maps containing information on area size and boundaries, land cover, and infrastructure (road networks, telecommunications networks, government offices, places of worship, health facilities, commercial facilities, educational facilities, and public facilities). The success of this mapping supports replication in other regions. It aligns with the one map policy, emphasising spatial integration and community participation in data-driven village development.
Analisis Pengujian Berat Jenis Tanah Sampel Batu Lempung dan Batu Pasir Pada Nomor Titik Bor RA04 PT. Bukit Asam, Tbk Astrid Fadhilah; Muhammad Abdul Ghony; Roihan Akmal
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 1 (2023): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i1.4

Abstract

Tanah merupakan kumpulan butiran (agregat) mineral alami yang bisa dipisahkan oleh suatu cara mekanik bila agregat tersebut di aduk dalam air atau kumpulan mineral, bahan organik dan endapan-endapan yang relatif lepas (loose), yang terletak diatas batuan dasar (bedrock). Dapat diketahui bahwa hasil pengujian dengan No. Titik bor RA04 pada sampel 06 dan 07 memiliki berat jenis tanah rata – rata 2,67, sampel 08 dan 09 memiliki berat jenis tanah rata – rata 2,61, sampel 10 memiliki berat jenis rata – rata 2,68, sedangkan sampel no 15 memiliki berat jenis rata – rata yaitu 2,72. Jenis tanah sampel 06-10, dan 15 ini adalah claystone (batu lempung). Pada sampel no 11 memiliki berat jenis rata – rata yaitu 2,71. Pada sampel no 13 memiliki berat jenis rata – rata 2,68. Pada sampel 14 memiliki berat jenis rata – rata yaitu 2,67. Jenis tanah pada sampel no 11,13 dan 14 adalah sandstone. Hasil pengujian spesific gravity pada sampel claystone dan sandstone memiliki nilai yang berbeda. Pada sampel sandstone diketahui berat jenis rata – ratanya lebih besar daripada berat jenis rata – rata claystone. Hal ini disebabkan karena ada 2 faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah yaitu tekstur dan bahan organik tanah. Pada tekstur, jika partikel tanahnya kasar, maka nilai berat jenis nya menjadi besar.
Analisis Perbandingan Berat Jenis Tanah Sampel Batulempung dan Batupasir Pada Titik Bor MHY 52A Putra Putra; Pausan Elpani; Astrid Fadhilah; Muhammad Abdul Ghony
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v1i2.14

Abstract

Tanah dapat diartikan sebagai partikel mineral yang dipadatkan atau dilepaskan melalui pelapukan batuan, dengan ruang pori di antara partikel-partikel tersebut terisi udara dan/atau air. Nilai berat jenis (specific gravity) dari sampel tanah yang di uji dengan No titik BOR MHY 52A adalah Gs rata - rata = 2.61 - 2,66 gram dengan jenis batuan Batulempung (Claystone), sedangkan untuk Gs rata - rata 2,61 - 2,74 gram dengan jenis batuan Batupasir (Sandstone) dengan kemungkinan untuk sampel Claystone termasuk ke dalam jenis tanah lempung organik dan lanau tak organik karena untuk presentase akhir pengujian tanah lanau lebih dominan dibandingkan dengan tanah lempung (presentase tanah lempung 95,3 % sedangkan untuk presentase tanah lanau 104,6 %), sedangkan untuk sampel sandstone termasuk termasuk ke dalam jenis tanah pasir dengan sedikit campuran tanah lanau (presentase tanah pasir 75,2 % sedangkan untuk tanah lanau memiliki presentase 361,6 %). Hasil pengujian spesific gravity pada sampel claystone dan sandstone memiliki nilai yang berbeda. Pada sampel sandstone diketahui berat jenis rata – ratanya lebih besar daripada berat jenis rata – rata claystone. Hal ini disebabkan karena ada 2 faktor yang mempengaruhi berat jenis tanah yaitu tekstur dan bahan organik tanah. Pada tekstur, jika partikel tanahnya kasar, maka nilai berat jenis nya menjadi besar
Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu untuk Bahan Campuran Paving Block di Pabrik Briket PT. Bukit Asam,Tbk. Astrid Fadhilah; Anggi Sanjaya
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 2 No. 3 (2025): April : Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v2i3.58

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah serbuk kayu sebagai bahan campuran dalam pembuatan paving block di Pabrik Briket Batubara PT. Bukit Asam, Tbk. Limbah serbuk kayu yang dihasilkan dari proses pengolahan kayu seringkali tidak dimanfaatkan secara optimal dan dapat menimbulkan masalah lingkungan jika dibiarkan menumpuk. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengurangi limbah tersebut dengan mengintegrasikannya ke dalam produk konstruksi berupa paving block. Selain itu, penggunaan serbuk kayu sebagai bahan campuran paving block juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku alami seperti pasir dan batu, yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan melalui kegiatan penambangan. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan komposisi serbuk kayu sebanyak 10%, 15%, dan 25% dalam campuran paving block. Selain itu, dilakukan pengujian kuat tekan pada paving block dengan umur yang berbeda, yakni 3 hari, 8 hari, dan 15 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serbuk kayu memberikan pengaruh signifikan terhadap kekuatan dan kualitas paving block. Komposisi serbuk kayu 10% menghasilkan kuat tekan tertinggi dan layak untuk diproduksi dibandingkan dengan komposisi 15% dan 25% dengan rata-rata 32,64 kg/cm². Hasil ini menunjukkan bahwa serbuk kayu dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran paving block dan mengikatkan mutu paving block, asalkan digunakan dalam komposisi yang tepat. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah serbuk kayu memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan yang berguna dalam produksi paving block, sekaligus membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penggunaan serbuk kayu sebagai bahan campuran paving block juga dapat memberikan solusi berkelanjutan bagi industri konstruksi.
Pengelolaan Limbah B3 IUP Banko Barat PT. Bukit Asam Tbk. Site Tanjung Enim Astrid Fadhilah; Putra Putra; Nanda Fathurrahman; Andrawina Andrawina
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 3 No. 2 (2025): Desember: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v3i2.76

Abstract

Kegiatan penambangan batubara di PT. Bukit Asam Tbk. IUP Banko Barat, menghasilkan berbagai jenis limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber dan jenis limbah B3, menganalisis mekanisme pengelolaan di Tempat Penyimpanan Sementara Terpadu (TPST) Blok Timur, serta mengkaji pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar Ammonium Nitrate Fuel Oil (ANFO) dan kesiapsiagaan sistem tanggap darurat. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi data primer serta sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah B3 didominasi oleh oli bekas, aki bekas, dan limbah padat terkontaminasi, yang dikelola melalui proses pengumpulan, pengemasan, pelabelan, penyimpanan, transportasi, dan penyerahan ke pihak ketiga. Pemanfaatan oli bekas sebagai bahan bakar ANFO terbukti mengurangi volume limbah sekaligus menekan biaya operasional, namun memerlukan proses penyaringan dan izin lingkungan. Sistem tanggap darurat di TPST telah dilengkapi sarana keselamatan, prosedur evakuasi, dan peralatan penanggulangan insiden. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan limbah B3 yang terencana dan sesuai regulasi untuk mendukung keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan.