Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE, LIKUIDITAS DAN PROFITABILITAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS DI BEI Dewi, Zhafira Naila; As’ari, Hasim
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6630

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perusahaan sektor konsumen non-siklus yang terdaftar di BEI dari tahun 2021 hingga 2024 dan melihat bagaimana kesulitan keuangan dipengaruhi oleh Good Corporate Governance (GCG), likuiditas, dan profitabilitas. Dengan memanfaatkan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan keuangan tahunan situs web resmi BEI, penelitian ini mengambil pendekatan kuantitatif. Untuk menjamin bahwa data tersebut relevan dan konsisten, 65 perusahaan dipilih secara purposive selection. Model Altman Z-Score digunakan untuk mengukur kesulitan keuangan sebagai variabel dependen. Variabel independen mencakup komponen gcg seperti kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dewan direksi, dan dewan komisaris. Metrik lain untuk likuiditas adalah rasio lancar, dan Return On Assets (ROA) digunakan untuk mengukur profitabilitas. Regresi logistik dalam SPSS versi 27 digunakan untuk analisis data. Kesulitan keuangan berkorelasi negatif dan signifikan dengan profitabilitas dan likuiditas, menunjukkan bahwa bisnis yang kurang mengalami kesulitan keuangan adalah bisnis dengan tingkat keduanya yang lebih tinggi. Di sisi lain, tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kesulitan keuangan dan karakteristik Tata Kelola Perusahaan yang Baik jika dikaji secara terpisah. Sekitar 69,6% variasi kesulitan keuangan dapat dijelaskan oleh model, berdasarkan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,696. Sisanya, 30,4%, dipengaruhi oleh karakteristik yang tidak dipertimbangkan dalam studi ini. Untuk menjaga stabilitas keuangan dan mengurangi risiko kesulitan keuangan, perusahaan-perusahaan di sektor konsumen non-siklus Indonesia sangat bergantung pada metrik kinerja keuangan, terutama likuiditas dan profitabilitas.