Fermata, Widya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Setelah Pelatihan Deteksi Dini Stunting di Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Nur Aini; Marlenywati, Marlenywati; Budiastutik , Indah; Trisnawati, Elly; Fermata, Widya; Sari, Eka Puspita
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/9fdspw61

Abstract

Stunting remains a child health problem because it affects physical growth and cognitive development. Posyandu cadres have a strategic role in early detection of stunting, but their knowledge and skills need to be improved. This study aims to evaluate changes in cadres' knowledge and skills after early detection training on stunting.  A quantitative, quasi-experimental study (one group pre-test and post-test design) was conducted on 40 posyandu cadres using a purposeful sampling technique. The instrument consisted of 20 questions (scored 0–20) assessing the cadres' knowledge and skills. Improvement in training outcomes was measured through pre-test and post-test analyzed using paired t-test. The average score increased from 11.60 ± 5.295 to 15.18 ± 5.028. The average difference in increase was 3.58. A P-Value of 0.000 was found in the results of the paired t-test, confirming that the training intervention had a very significant effect on improving cadre knowledge. Early detection training on stunting significantly improved the knowledge and skills of integrated health post (Posyandu) cadres, strengthening stunting prevention efforts in the community.
EFEKTIVITAS PELATIHAN KADER DALAM PENINGKATAN PEMAHAMAN DAN PRAKTIK PMBA DI KOMUNITAS DESA PEDALAMAN DAN TANJUNG BUNUT Lantan, Ria Henrika; Alamsyah, Dedi; Trisnawati, Elly; Budiastutik, Indah; Fermata, Widya
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 3 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i3.2878

Abstract

Sangat penting untuk mencegah stunting dan masalah gizi anak, khususnya stunting, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak di Indonesia, terutama di Kalimantan Barat, dimana prevalensi stunting masih tinggi (27,8 persen pada tahun 2022). Karena mereka berfungsi sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam situasi ini, kader posyandu harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang PMBA agar mereka dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif intervensi pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kader PMBA di Desa Pedalaman dan Tanjung Bunut. Metode: Penelitian ini dirancang sebagai eksperimen semu dengan pre-test dan post-test satu kelompok. Untuk memastikan bahwa peserta memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, sampling purposive digunakan untuk memilih 40 kader aktif dari kedua desa. Hasil: intervensi meningkatkan pengetahuan kader secara signifikan. Persentase kader yang berpengetahuan baik meningkat dari 27,5% menjadi 67,5%, dan item pertanyaan yang sebelumnya tidak memiliki pengetahuan benar 0% meningkat menjadi 40% setelah intervensi. Selain itu, skor rata-rata pengetahuan meningkat dari 5,68 saat pre-test menjadi 7,30 saat post-test. Analisis statistik dengan Paired T-test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasilnya menunjukkan nilai P-value sebesar 0,000 (< 0,05). Pembahasan: menampilkan hasil karakteristik pelatihan dengan responden yang didominasi usia produktif (30-40 tahun), berpendidikan SMA, dan berpengalaman 5-10 tahun, yang dianggap memiliki daya tangkap yang kuat terhadap materi. Studi ini menemukan bahwa pengetahuan kader komunitas meningkat secara signifikan dengan pelatihan PMBA. Ini adalah bagian penting dari upaya untuk mengurangi stunting. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan PMBA secara signifikan meningkatkan pengetahuan kader komunitas. Ini merupakan bagian penting dari upaya penurunan stunting.