Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi HPMC terhadap Karakterisasi Sediaan Nanoemulgel Ekstrak Daun Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) Ambarwati, Nadya; Nidom, Reviany Vibrianita; Riziq, Khodijah
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i2.7783

Abstract

Daun jambu biji merah merupakan tanaman yang mengandung metabolit sekunder kuersetin, dengan aktivitas antioksidan yang dimanfaatkan menjadi sediaan untuk mengatasi permasalahan kulit akibat radikal bebas. Nanoemulgel merupakan sistem penghantaran topikal yang mengintegrasikan sistem nanoemulsi dalam matriks hydrogel untuk menunjukkan penetrasi kulit yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rasio konsentrasi gelling agent hydroxy propyl methyl cellulose (HPMC) terhadap karakteristik sediaan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratoris dengan perbedaan konsentrasi HPMC (2%), (4%) dan (6%). Parameter penelitian ini meliputi uji organoleptis, viskositas, daya sebar, pH dan ukuran partikel sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sediaan dengan formula yang berbeda memiliki konsistensi nanoemulgel, warna cokelat, bau khas jambu biji merah, dan konsistensi yang homogen. Viskositas sediaan memiliki rentang 9.863 – 9.900 cPs dengan p-value 0,000 (p < 0,05). Daya sebar sediaan berkisar 5 – 7,2 cm dengan p-value 0,000 (p < 0,05). pH sediaan berkisar 6,39 – 6,43 dengan p-value 0,108 (p > 0,05). Uji ukuran partikel menghasilkan nilai p-value 0,248 (p > 0,05). Perbedaan rasio konsentrasi gelling agent HPMC berpengaruh signifikan pada viskositas dan daya sebar, tetapi tidak pada pH dan ukuran partikel. Formula sediaan nanoemulgel yang paling baik berdasarkan hasil karakterisasi yaitu Formula 2 dengan konsentrasi HPMC 4% sebagai gelling agent. Red guava leaves contain quercetin, a secondary metabolite with antioxidant activity, and are used in topical formulations to treat skin problems caused by free radicals. Nanoemulgel is a topical delivery system that integrates nanoemulsion within a hydrogel matrix to enhance skin penetration. This study aimed to investigate the effect of varying HPMC concentrations as a gelling agent on the formulation characteristics. The research method used was a laboratory experiment with three different HPMC concentrations: 2%, 4%, and 6%. The evaluated parameters included organoleptic properties, viscosity, spreadability, pH, and particle size. Results showed that all formulations had a consistent nanoemulgel texture, brown color, red guava scent characteristic, and homogeneous appearance. Viscosity ranged from 9,863 to 9,900 cPs (p < 0.05). Spreadability ranged from 5 to 7.2 cm (p < 0.05). pH ranged from 6.39 to 6.43 (p > 0.05). Particle size analysis resulted in a p-value of 0.248 (p > 0.05). In conclusion, HPMC concentration significantly affected viscosity and spreadability but not for pH and particle size. The best formula was Formula 2, which used 4% HPMC as the gelling agent.
Pelaksanaan atau Pengaruh Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Dalam Upaya Pencegahan Stunting dan Anemia Pada Ibu Hamil Hafiizh, Annisa Rosita; Rismawati; Riziq, khodijah; Prasetyawan, Hanif Rifqi
FARMASIS: Jurnal Sains Farmasi Vol 7 No 1 (2026): Farmasis: Jurnal Sains Farmasi Vol 7. No. 1 (2026)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/ssadax95

Abstract

Pendahuluan: Standar batas maksimum Angka Kematian Ibu (AKI) yang telah ditetapkan adalah 70 dari 100.000 kelahiran hidup menurut Organisasi Kesehatan Dunia, tetapi di Indonesia mencapai 189 dari 100.000 kelahiran hidup, faktor yang melatar belakangi AKI tinggi yaitu kondisi populasi khusus yakni bumil yang anemia dan BBLR penyebab stunting. Tetapi angka stunting di Indonesia menurun menjadi 21,6% menurut SSGI tahun 2022 pengetahuan dan sikap dari ibu hamil (bumil) dipengaruhi oleh adanya Konseling atau Komunikasi,Informasi dan Edukasi (KIE) Tujuan: untuk mengetahui pengaruh KIE terhadap upaya pencegahan stunting dan anemia pada bumil. Metode: kombinasi studi dengan hasil penelitian literature review tentang pengaruh KIE dalam pencegahan stunting dan anemia pada ibu hamil pada jurnal dan artikel penelitian di google scholar dari tahun 2016-2024 yang dianalisis secara kualitatif. Hasil: KIE atau konseling terhadap bumil didapatkan hasil perubahan signifikan berupa adanya upaya dari populasi tersebut untuk mencegah stunting, peningkatan status gizi, hingga penambahan ilmu atau informasi mengenai kepatuhan dan pencegahan anemia dengan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Pemberian konseling yang didukung dengan suatu media dapat mendukung tingkat pemahaman masyarakat dan membantu menambah wawasan dan kepatuhan mengonsumsi obat TTD pada bumil. Kesimpulan: dari tinjauan literatur hasil penelitian menunjukkan adanya efek pemberian KIE atau konseling pada bumil dalam meningkatkan wawasan dan upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kepatuhan dalam mengonsumsi obat TTD untuk mencegah anemia. Tercapainya juga hasil positif tersebut menunjukkan hubungan baik antara tenaga kesehatan dengan masyarakat guna peningkatan kualitas hidup populasi khusus yakni ibu hamil bahwa populasi penelitian yang terdiri dari ibu hamil dengan atau tanpa kondisi anemia juga stunting ini sangat diperlukannya keterlibatan tenaga kesehatan khususnya kefarmasian dalam memberikan konseling, penyuluhan serta pengabdian baik dilakukan secara tatap muka (offline) atau media sosial (online) menggunakan media-media promosi kesehatan yang menarik seperti leaflet, video, poster, hingga stiker kartu pantau mandiri dalam upaya peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya bumil. Kata kunci: KIE, Anemia, Stunting, Bumil