Bagas Ardian Syahputra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN MODALITAS INFRA RED DAN TERAPI LATIHAN PADA POST ORIF FRAKTUR FEMUR 1/3 DISTAL DEXTRA Bagas Ardian Syahputra; Didik Purnomo
JURNAL FISIOTERAPI DAN ILMU KESEHATAN SISTHANA Vol. 8 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Fisioterapi dan Ilmu Kesehatan Sisthana
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jufdikes.v8i1.2024

Abstract

Latar Belakang: Fraktur merupakan kondisi hilangnya kontinuitas jaringan tulang, baik secara total maupun parsial, yang umumnya disebabkan oleh trauma. Salah satu jenis fraktur yang cukup serius adalah fraktur femur , yaitu patah tulang pada batang paha yang sering kali terjadi akibat benturan langsung. Tanda dan gejala klinis umum yang ditemukan pada fraktur meliputi edema , deformitas , serta nyeri lokal di area yang terdampak. Nyeri yang timbul menyebabkan pasien cenderung menghindari gerakan pada bagian tubuh yang mengalami fraktur, sehingga dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, keterbatasan lingkup gerak sendi, serta penurunan kemampuan aktivitas fungsional. Salah satu modalitas yang digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah terapi Inframerah (IR), yaitu metode yang memanfaatkan sinar merah untuk memberikan efek pemanasan pada jaringan superfisial tubuh. Pemanasan ini berfungsi untuk meningkatkan vasodilatasi , memperlancar sirkulasi darah, serta memberikan efek relaksasi otot, yang pada akhirnya membantu dalam mengurangi nyeri. Kombinasi antara terapi inframerah dan terapi latihan menjadi pendekatan yang efektif dalam rehabilitasi, karena mampu memberikan manfaat sinergis berupa penurunan nyeri dan edema , serta peningkatan cakupan gerak sendi, kekuatan otot, dan aktivitas fungsional pada pasien pasca tindakan reduksi terbuka dan fiksasi internal (ORIF) akibat fraktur femur . Pendekatan ini berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi pasca fraktur . Metode: Penelitian ini merupakan sebuah studi kasus yang membahas penatalaksanaan fisioterapi pada pasien dengan fraktur femur 1/3 distal pasca tindakan ORIF. Data dikumpulkan selama proses fisioterapi berlangsung. Modalitas yang digunakan dalam penatalaksanaan meliputi terapi inframerah dan terapi latihan aktif dan pasif, yang diberikan sesuai dengan standar prosedur operasional (SPO) fisioterapi. Hasil: Setelah dilakukan intervensi fisioterapi sebanyak beberapa kali dengan kombinasi terapi inframerah dan terapi latihan, diperoleh hasil berupa penurunan nyeri, penurunan edema , peningkatan cakupan gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, serta peningkatan kemampuan aktivitas fungsional ekstremitas bawah. Kesimpulan: Pemberian terapi inframerah dan terapi latihan secara terpadu terbukti dapat membantu mempercepat pemulihan pasien pasca-ORIF fraktur femur. Intervensi ini memberikan dampak positif berupa penurunan nyeri dan edema , serta peningkatan kekuatan otot, perlindungan gerak sendi, dan fungsi aktivitas sehari-hari pasien