Budiman, Naufal Arif
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE EFFECT OF ECO-ENZYME ON BIOMASS PRODUCTION OF Lemna sp. IN GIANT GOURAMI (Osphronemus gouramy) CULTURE SYSTEMS Budiman, Naufal Arif; Hasibuan, Saberina; Firmansyah, Rodhi
Asian Journal of Aquatic Sciences Vol. 8 No. 3 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/ajoas.8.3.427-439

Abstract

Giant gourami (Osphronemus gouramy) is one of Indonesia's most valuable freshwater fish species; however, its aquaculture development is constrained by slow growth and low survival rates. Improving water quality through the use of aquatic plants such as Lemna sp. and the application of eco-enzymes is essential. The development of Lemna sp. depends on nutrient availability, especially nitrogen (N), phosphate (P), and potassium (K), which can be enhanced by adding an eco-enzyme. This study aimed to evaluate the effect of different eco-enzyme concentrations on Lemna sp. biomass production, specific growth rate, and water quality parameters in giant gourami culture systems. The research was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of five treatments and three replications: P0 (0 ml/L), P1 (1.5 ml/L), P2 (2.5 ml/L), P3 (3.5 ml/L), and P4 (4.5 ml/L) of eco-enzyme concentration. The results showed that eco-enzyme administration significantly influenced Lemna sp. biomass. The best results were observed in treatment P4 (4.5 ml/L), which produced the highest Lemna sp. biomass (132.87 g) and specific growth rate (4.47%). Optimal water quality was recorded in treatment P4, with temperature ranging from 26.1–29.8°C, pH 5.5–8.38, dissolved oxygen 3.10–6.42 mg/L, phosphate 0.3097–0.3872 mg/L, nitrate 0.5517–10.2414 mg/L, and CO₂ 17–40 mg/L. These findings demonstrate that eco-enzyme application at 4.5 mL/L effectively enhances Lemna sp. productivity as a natural biofilter while simultaneously improving giant gourami growth performance and survival
Edukasi Dan Pendampingan Pengelolaan Lahan Gambut Dalam Menghadapi Ancaman Kekeringan Di Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar Syah, Erzan; Muhammad, Juandi; Arifudin; Gunawan, Haris; Kemal; Yusri; Hasibuan, Saberina; Yunus, Wan Muhammad; Pratiwi, Ciptati Nugraha; Safitri, Dian; Phreti; Budiati, Dian Diana Ananta; Budiman, Naufal Arif
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2026): BATOBO: Juni 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.4.2.1-11

Abstract

Lahan gambut memiliki peran penting sebagai penyimpan air, pengatur hidrologi, dan pendukung ekonomi masyarakat lokal. Kekeringan dan kebakaran lahan merupakan ancaman serius terhadap keberlanjutan ekosistem gambut. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis peran edukasi dan pendampingan masyarakat dalam pengelolaan lahan gambut untuk menghadapi ancaman kekeringan. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian partisipatif, meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan masyarakat dalam pemetaan dan pengelolaan lahan. Lokasi pengabdian dilakukan di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Kampar yang dihadiri 15 orang. Hasil menunjukkan bahwa intervensi ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengaturan muka air gambut, praktik pertanian ramah lingkungan, dan strategi mitigasi kebakaran. Diskusi menekankan pentingnya integrasi edukasi, partisipasi masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi untuk pengelolaan lahan gambut berkelanjutan. Hasil kuesioner menunjukkan skor rata-rata pengetahuan partisipan mengenai risiko kekeringan, pentingnya pengaturan muka air, dan praktik pertanian ramah gambut sebesar 58%, yang mencerminkan pemahaman masyarakat yang masih rendah dan belum optimal. Setelah dilakukan serangkaian edukasi interaktif, diskusi kelompok, dan workshop, skor rata-rata meningkat menjadi 85%. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa program edukasi dan pendampingan efektif meningkatkan kapasitas adaptif komunitas terhadap ancaman kekeringan, dan berdampak pada penguatan konservasi ekosistem gambut oleh masyarakat.