This study aims to describe the transformation of Indonesian cultural learning through the use of the Artsteps virtual gallery in elementary schools. The research background stems from low student engagement and the lack of contextual learning experiences in cultural learning, necessitating the need for immersive media capable of providing exploratory experiences. Using a qualitative approach with a case study design, this study involved teachers and fourth-grade students through observation, interviews, and documentation during the pre-implementation, implementation, and post-implementation processes. The results showed a significant increase in student learning engagement, marked by increased exploration, discussion, and question-asking activities during visits to the Artsteps virtual space. Students' understanding of cultural diversity also improved, as evidenced by their ability to identify, describe, and compare cultural elements across regions in greater depth. Furthermore, the teacher's role shifted from information provider to facilitator, enabling more collaborative and student-centered learning. However, this study also identified several challenges, such as network limitations, diverse digital literacies, and device constraints, all of which were overcome through adaptive instructional strategies. Overall, this study confirms that the Artsteps virtual gallery is effective in enriching cultural learning experiences and has the potential to be a pedagogical innovation that can be widely implemented in elementary schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transformasi pembelajaran budaya Nusantara melalui pemanfaatan galeri virtual Artsteps di sekolah dasar. Latar belakang penelitian berangkat dari rendahnya keterlibatan siswa dan minimnya pengalaman belajar kontekstual dalam pembelajaran budaya, sehingga diperlukan media imersif yang mampu menghadirkan pengalaman eksploratif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan guru dan siswa kelas IV melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pra-implementasi, implementasi, dan pasca-implementasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan belajar siswa, ditandai dengan meningkatnya aktivitas eksplorasi, diskusi, dan pengajuan pertanyaan selama mengunjungi ruang virtual Artsteps. Pemahaman siswa terhadap keberagaman budaya juga meningkat, terlihat dari kemampuan mereka mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan membandingkan unsur budaya antar daerah secara lebih mendalam. Selain itu, peran guru mengalami pergeseran dari pemberi informasi menuju fasilitator, yang memungkinkan terjadinya pembelajaran yang lebih kolaboratif dan student-centered. Kendati demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan seperti keterbatasan jaringan, literasi digital yang beragam, dan kendala perangkat, namun semua dapat diatasi melalui strategi instruksional adaptif. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa galeri virtual Artsteps efektif dalam memperkaya pengalaman belajar budaya dan berpotensi menjadi inovasi pedagogis yang dapat diimplementasikan luas di sekolah dasar.