Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LENGTH WEIGHT RELATIONSHIP AND REPRODUCTION OF WAULANG FISH (Priacanthus hamrur) IN THE WATERS OF BANDA, MALUKU Ima, Tjameria La; Yusuf, Ruliati; Riska, Riska; Tuapetel, Friesland
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1907

Abstract

The waters of Banda Neira in Central Maluku are known for their high marine biodiversity, including the waulang fish (Priacanthus hamrur), which holds both ecological and economic value. This study aimed to examine the length–weight relationship, gonadal maturity stages, and gonadosomatic index (GSI) as a basis for sustainable fisheries management. The research was conducted from March to April 2024 in Tanah Rata Village, Banda, using fish samples obtained from local fishers through a simple random sampling method. Collected data included total length, body weight, sex, and gonad weight, which were analyzed descriptively. The results showed that P. hamrur exhibited a negative allometric growth pattern, with b values of 1.6664 (females) and 0.9055 (males). The fish length ranged from 21 to 42.3 cm, with weights between 105 and 327 grams. The gonadal maturity stages (GMS) consisted of five reproductive development phases for both sexes. The gonadosomatic index varied from 0.075 to 2.382 in females and from 0.04 to 2.35 in males, with a tendency for GSI to increase with body size. Females generally showed higher GSI values than males, indicating a greater reproductive readiness. These findings provide important insights into the reproductive status and population dynamics of P. hamrur in Banda waters, serving as a basis for sustainable management and conservation of fishery resources.
MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP IKAN LAYANG (DECAPTERUS MACROSOMA) DI PERAIRAN BANDA BERBASIS ASPEK BIOLOGI Ima, Tjameria La; Pattikawa, Jesaya A; Tuapetel, Friesland
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p14-26

Abstract

Ikan layang cukup melimpah dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi masyarakat Kepulauan Banda. Kelimpahan sumberdaya ikan layang, mendorong perusahaan membangun pendingin (cold storage) dan meningkatkan upaya penangkapan jaring bobo (mini purse seine), dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Namun tingginya upaya pemanfaatan tersebut, belum diimbangi dengan pengelolaan secara berkelanjutan berdasarkan aspek biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek biologi ikan layang yang meliputi: hubungan panjang-bobot, nisbah kelamin, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), ukuran pertama kali matang gonad (UPMG) dan fekunditas. Selanjutnya aspek biologi tersebut dikaitkannya dengan implikasi manajemen perikanan tangkap.Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan yakni Juni-November 2022 dengan total sampel sebanyak 1500 ekor yang dikoleksi dari cold store di Banda. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Sampling dilakukan setiap minggu dengan mengukur panjang total dan bobot tubuh ikan, kemudian ikan dibedah untuk pengamatan nisbah kelamin,TKG, IKG dan fekunditas di Laboratorium Perikanan Universitas Banda Naira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan ikan layang jantan maupun betina memiliki pola pertumbuhan allometrik positif,nisbah kelamin tidak seimbang. Faktor kondisinya berfluktuatif setiap bulan pada kisaran 0,99-1,03. Sebaran TKG dan IKGmengindikasikan ikan layang memijah sepanjang tahun dengan puncaknya pada bulan Juli-Agustus.UPMG ikan jantan 24,14 dan betina 23,74 cm mengalami penurunan 1-2 cm selama 10 tahun terakhir. Fekunditas total sebesar 524-41.720 butir,fekunditas tertinggipada bulan Agustus. Aspek biologi ini, berimplikasi pada manajemen perikanan tangkap ikan layang di kepulauan Banda supaya dapat diatur waktu dan kuota penangkapan untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatannya.