Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Qawaid Fiqih dalam Transaksi Ekonomi di Lembaga Keuangan Syariah Sofyan, Abdul Rahman; Siregar, Meri Roito; Nasution, Laisa Asri; Dalimunthe, Mawar Rasimah Br.
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18329809

Abstract

This study discusses the implementation of Qawaid Fiqh in Islamic financial institution contract products in Indonesia. Qawaid Fiqh, which is the basic principles of Islamic law, plays a role in ensuring that economic transactions carried out by Islamic financial institutions are in accordance with Islamic principles. This study uses a descriptive analytical approach with a literature review that aims to understand how principles such as al-ashlu fil mu’amalat al-ibahah, la dharar wa la dhir?r, al-umuru bi maqasidiha, al-yaqin la yazulu bisyakk, and al-masyaqqah tajlibu at-taysir are applied in contract products such as murabahah, mudharabah, musyarakah, and takaful. The results of the study indicate that the application of Qawaid Fiqh in these contracts has been carried out in accordance with Islamic principles, but there are still challenges in its implementation, especially in terms of fairness, transparency, and avoidance of practices that are detrimental to certain parties. This study concludes that while Islamic financial institutions in Indonesia have implemented these principles, there is still a need to strengthen supervision and understanding of sharia among industry players to ensure more consistent and comprehensive implementation.
Relevansi Qawā‘id Al-Fiqhiyyah Terhadap Praktik Utang Piutang Digital Dalam Ekonomi Syariah Hulu, Ayu Anggraini; Zaini, Nabilah Asyifa; Sofyan, Abdul Rahman
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v7i1.4360

Abstract

Perkembangan teknologi finansial syariah (fintech syariah) di Indonesia memberikan kemudahan dalam aktivitas ekonomi umat, terutama dalam praktik utang piutang berbasis aplikasi digital. Namun, inovasi tersebut memunculkan tantangan terhadap keabsahan hukum syariahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Qawā‘id al-Fiqhiyyah terhadap praktik utang piutang digital di era ekonomi syariah Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-normatif, dengan sumber data dari kitab klasik, fatwa DSN-MUI, dan peraturan OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Qawā‘id al-Fiqhiyyah memiliki relevansi yang kuat dalam menjaga prinsip keadilan, transparansi, dan kemaslahatan dalam transaksi digital. Kaidah-kaidah seperti Al-umūru bi maqāsidihā, Al-yaqīnu lā yuzālu bisy-syakki, Al-masyaqqatu tajlibut-taysīr, La ḍarar wa lā ḍirār, Al-‘ādatu muhakkamah menjadi dasar hukum bagi penyelenggaraan utang piutang digital syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman mendalam terhadap kaidah fiqhiyyah menjadi fondasi utama dalam pengembangan regulasi dan kebijakan fintech syariah di Indonesia.
Makna Transparansi dan Amanah bagi Loyalitas Pelanggan: Studi Kualitatif di Bank Syariah Indonesia di Medan Tarigan, Anggi Zahara; Nabila, Salsa; Fhadia, Zilla; Sofyan, Abdul Rahman
Journal of Golden Generation Economic Vol. 2 No. 1 (2026): April 2026 : Journal of Golden Generation Economic
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggeconomic.v2i1.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna transparansi dan amanah dalam membangun loyalitas nasabah di Bank Syariah Indonesia (BSI) Kota Medan. Dalam konteks perbankan syariah, transparansi bukan hanya sekadar keterbukaan informasi keuangan, tetapi juga mencerminkan sikap jujur, adil, dan bertanggung jawab terhadap nasabah. Sedangkan amanah berarti kemampuan bank dalam menjaga kepercayaan serta menunaikan tanggung jawabnya sesuai prinsip Islam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan laporan resmi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan amanah menjadi dasar terbentuknya loyalitas nasabah, karena kedua nilai ini menumbuhkan rasa percaya, kenyamanan, dan kedekatan emosional antara bank dan nasabah. Selain itu, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan penelitian sebelumnya yang masih sedikit menyoroti aspek nilai-nilai etika Islam seperti amanah dan transparansi sebagai faktor pembentuk loyalitas nasabah.