Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Budaya 5S Untuk Penguatan Pendidikan Karakter Siswa di SMA Negeri 2 Lubuk Sikaping Afrina, Yomita; Tamrin, M. Isnando; Rizal, Eka; Sartini, Desti
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14548551

Abstract

There are still those pupils who do not have excellent character in the educational setting. As a result, the school runs a program that helps students' character development while they are in school. Through familiarization with the 5S (Smile, Greet, Greet, Polite, Polite) cultural program at SMA Negeri 2 Lubuk Suhuing, this study aims to describe the implementation of character education. It includes teachers' understanding of the nature of character education, the implementation of 5S cultural program activities, and factors that support and hinder the implementation of the 5S culture to strengthen student character education in schools. Utilizing observation, interviews, and documentation as means of data gathering, this study employs descriptive qualitative research methodologies. The principal of SMA Negeri 2 Lubuk Suhuing, curriculum representatives, instructors, and class X/XI students served as the study subjects. The steps in the data analysis approach include data reduction, data visualization, and conclusion drawing. Researchers use source triangulation, technical triangulation, and temporal triangulation as techniques for validating the veracity of their data. The study's findings indicate that SMA Negeri 2 Lubuk Suhuing uses the 5S curriculum to conduct character education. (1) Teachers are aware of the character education's nature. Learning also includes self-development activities such as routines, exemplary spontaneous actions, and conditioning, as well as 5S cultural programs. (3) The committee, the administrator, the supervisor, and every student at the school are supportive factors. In the meantime, the deterrent is that some kids continue to lack moral character because of difficult-to-manage behavior from home and other external and internal circumstances.
Implementasi Kreativitas Guru pada Mata Pelajaran Tahfiz di SMA Islam Al Ishlah Bukittinggi Afra, Nabila Salsabila; Sartini, Desti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36905

Abstract

Skripsi ini berjudul Implementasi Kreativitas Guru Pada Mata Pelajaran Tahfiz Di SMA Islam Al-Ishlah Bukittinggi. Ditulis oleh Nabila Salsabila Afra 2120084 jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Kemampuan menghafal Al-Qur'an merupakan aspek penting dalam pendidikan Islam, khususnya di institusi yang menerapkan program tahfiz. Dalam konteks ini, kreativitas guru menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan siswa dalam mencapai target hafalan yang diinginkan. Guru tahfiz yang kreatif mampu menciptakan metode pembelajaran yang inovatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga dapat memotivasi mereka untuk lebih giat menghafal dan memahami Al-Qur'an. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kreativitas guru tahfidz dalam meningkatkan kemampuan menghafal siswa kelas XII IIS di SMA Islam Al-Ishlah Bukittinggi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif jenis penelitian kualitatif deskriptif. Subyek dari penelitian ini adalah guru tahfiz SMA Islam Al-Ishlah Bukittinggi kelas XII IIS, siswa Kelas XII IIS SMA Islam Al-Ishlah Bukittinggi. Teknik pengumpulan data yaitu dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas guru tahfidz kelas XII IIS dalam meningkatkan kemampuan menghafal yaitu:1) Guru tahfiz sudah melaksanakan indikator-indikator dalam meningkatkan kemampuan menghafal siswa. 2) Faktor pendukung kreativitas guru tahfiz dalam meningkatkan kemampuan menghafal siswa SMA Islam Al-Ishlah Bukittinggi yaitu sarana dan prasarana yang memadai. Dan faktor penghambat kreativitas guru tahfiz dalam meningkatkan kemampuan menghafal siswa SMA Islam Al-Ishlah Bukittinggi adalah adanya siswa yang jenuh ketika mendapatkan ayat yang sulit contohnya adalah ayat yang hampir sama dalam 1 surah dan ayat yang panjang sehingga membuat mereka kesulitan dalam menghafal Al-Qur'an dan faktor penghambat lainnya adalah alokasi waktu yang dimana pembelajaran tahfiz ini dilakukan pada siang hari sehingga membuat siswa jenuh dalam menghafalnya.