Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinergi Program Bimbel Komunitas dalam Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Pendampingan Belajar Siswa Sekolah Dasar Sabrina, Nahdya; Taqwanur; R., Ali Akbar Rajif; Dewi, Amita Fatmasari; Istiqomah
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 4 No. 1 (2026): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/2bn1qj77

Abstract

Pendidikan dasar masih menghadapi permasalahan berupa kesulitan siswa dalam memahami materi pelajaran dan menyelesaikan tugas sekolah secara mandiri akibat keterbatasan pendampingan belajar di rumah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman akademis, motivasi belajar, dan kepercayaan diri siswa sekolah dasar, khususnya kelas 6 SD, melalui program bimbingan belajar. Program dilaksanakan melalui kegiatan bimbingan belajar dengan pendekatan interaktif dan menyenangkan yang melibatkan pendampingan langsung dalam memahami materi dan mengerjakan tugas sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi, motivasi belajar siswa, serta penguatan hubungan sosial antara pendamping, siswa, dan masyarakat. Kebaruan kegiatan ini terletak pada integrasi pendampingan akademik dengan penguatan motivasi belajar dan keterlibatan sosial masyarakat dalam lingkungan pendidikan desa. Program ini berimplikasi pada peningkatan kualitas pendidikan dasar dan mendorong kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung proses pembelajaran anak di lingkungan pedesaan. Elementary education still faces challenges in students' understanding of subject matter and completing assignments independently due to limited home-based learning support. This community service activity aims to improve academic understanding, motivation, and self-confidence in elementary school students, particularly sixth-grade students, through a tutoring program. The program is implemented through tutoring activities with an interactive and enjoyable approach that involves direct assistance in understanding the material and completing school assignments. The results of the activity show an increase in material understanding, student learning motivation, and the strengthening of social relationships between tutors, students, and the community. The novelty of this activity lies in the integration of academic mentoring with strengthening learning motivation and community social involvement in the village educational environment. This program has implications for improving the quality of elementary education and encouraging community awareness to play an active role in supporting children's learning processes in rural environments.
Pengembangan Taman TOGA Berbasis QR Code sebagai Media Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Kedungsolo, Sidoarjo Dewi, Amita Fatmasari; Amirullah, Hesa Zidni Afif; Abdillah, Ulil Abshar; Rahmawati, Lussyana Nur; Taqwanur
Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Inovatif Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jpim.v3i1.319

Abstract

Program pengabdian masyarakat di RT 01/RW 01 Desa Kedungsolo, Sidoarjo, dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang sebelumnya sudah ada di pekarangan warga namun masih terbatas jenisnya dan belum terkelola secara maksimal. Kegiatan ini bertujuan menciptakan taman TOGA yang lebih variatif, terorganisir, dan berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi persiapan berupa identifikasi lahan dan tanaman, penyuluhan tentang manfaat TOGA, praktik penanaman bersama masyarakat, serta pendampingan dalam pemeliharaan tanaman agar keberlanjutan dapat terjaga. Inovasi yang ditambahkan adalah penggunaan QR Code pada setiap tanaman, sehingga warga dapat mengakses informasi mengenai khasiat, bagian yang digunakan, serta cara pengelolaan secara praktis melalui perangkat digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga dalam budidaya serta pengolahan TOGA, dengan variasi tanaman yang lebih beragam, seperti kunyit, jahe, sereh, jambu biji, lidah buaya, bunga telang, hingga rosella. Keberadaan taman TOGA tidak hanya memberikan manfaat kesehatan melalui penyediaan obat herbal alami, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengembangan produk olahan bernilai tambah, seperti teh dan sirup herbal. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif pada aspek sosial, yaitu tumbuhnya solidaritas warga dalam merawat taman bersama dan meningkatnya kesadaran untuk hidup sehat berbasis bahan alami. Lingkungan desa juga menjadi lebih tertata, bersih, dan hijau. Kesimpulannya, taman TOGA di Desa Kedungsolo berhasil berfungsi ganda sebagai apotek hidup dan sarana pemberdayaan ekonomi, sekaligus menjadi model pengembangan komunitas berbasis tanaman obat yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.