Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian emulgel ekstrak kunyit (Curcuma longa) terhadap ekspresi gen TNF-α dan densitas kolagen pada kulit tikus galur Wistar jantan yang dipapar sinar UVB. Metode Penelitian ini dengan eksperimental in vivo dengan desain post-test only control group design. Sebanyak 18 ekor tikus Wistar jantan dibagi menjadi enam kelompok: kontrol negatif (tanpa UVB), kontrol UVB, kontrol UVB+placebo, dan tiga kelompok perlakuan yang diberi emulgel ekstrak kunyit 1%, 2%, dan 4% setelah paparan UVB (180 mJ/cm²/hari selama 28 hari). Ekspresi gen TNF-α diukur dengan qRT-PCR, sedangkan densitas kolagen dianalisis secara histologis dengan pewarnaan Masson's Trichrome dan kuantifikasi menggunakan ImageJ. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, Oneway ANOVA, dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian emulgel ekstrak kunyit secara signifikan menurunkan ekspresi gen TNF-α (p=0,019) dan meningkatkan densitas kolagen (p=0,000) secara dosis-respons. Penurunan TNF-α tertinggi terjadi pada kelompok 4% (rerata 0,32733), sedangkan peningkatan densitas kolagen tertinggi dicapai pada kelompok 2% (58,6%) dan 4% (60,033%). Kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol UVB dan UVB+placebo (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini Emulgel ekstrak kunyit (Curcuma longa) efektif menurunkan ekspresi gen TNF-α dan meningkatkan densitas kolagen pada kulit tikus yang terpapar UVB, dengan efektivitas optimal pada konsentrasi 4% untuk penekanan inflamasi dan 2-4% untuk perbaikan struktur kolagen. Temuan ini mendukung potensi ekstrak kunyit sebagai agen topikal alami dalam pencegahan photoaging.