Latar Belakang: Olahraga lari adalah aktivitas fisik yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan menjadi sarana rekreasi yang populer. VO2Max adalah salah satu indikator utama kebugaran tubuh. Penelitian ini membandingkan dua metode latihan interval, High-Intensity Interval Training (HIIT) dan Fartlex Training, untuk peningkatan VO2Max. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara HIIT dan Fartlex Training terhadap peningkatan VO2Max pelari di komunitas Selari Jakarta Selatan. Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2025 di komunitas Selari Jakarta Selatan. Sampel penelitian terdiri dari 30 anggota komunitas yang diambil melalui purpose sampling dan setelah itu dilakukan wawancara dan pemeriksaan VO2Max. Intervensi latihan HIIT dan Fartlex Training diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 2 kali seminggu. Pengukuran VO2Max dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Queen’s College Step Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kelompok HIIT maupun Fartlex Training mengalami peningkatan VO2Max yang signifikan setelah intervensi (p = 0,001). Kelompok HIIT menunjukkan peningkatan rerata VO2Max yang lebih besar (Δ = 1,72) dibandingkan kelompok Fartlex (Δ = 1,35). Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dalam hal peningkatan VO2Max (p = 0,983). Kesimpulan: HIIT dan Fartlex Training sama-sama efektif dalam meningkatkan VO2Max untuk itu dapat disarankan agar kedua latihan ini dapat digunakan untuk pelari rekreasional. Pemilihan metode latihan dapat disesuaikan dengan preferensi dan kondisi individu.