Nursyamsi, Hj.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN METODE THE POWER OF TWO UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI KELAS VIII MTS MUHAMMADIYAH MASAMBA Andini, Andini; Marzuki, Asgar; Nursyamsi, Hj.
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/d5dwcn81

Abstract

 Proses pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di kelas VIII MTS Muhammadiyah Masamba masih membutuhkan upaya penambahan hasil blajar dengan melibatkan murid secara aktif, kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode ceramah dan berpusat pada totalitas keaktifan guru perlu dikembangkan dengan kemampuan berpikir kritis, berdiskusi, untuk memahami materi secara mendalam dengan metode The Power Of Two. Hasil observasi awal menunjukkn bahwa 66,66% murid belum mencapai standar ketuntasan minimum yang ditetapkn sekolah, ialah nilai 75. Hal ini menunjukkan perlunya metode yang mendorong interaksi dan kolaborasi peserta didik dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini memakai pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII MTs Muhammadiyah Masamba dengan subjek utama murid yang mengalami kesulitan dalam memahami materi SKI. Metode pemblajaran yang diterapkan adalah The Power Of Two, yaitu strategi diskusi berpasangan yang bertujuan untuk mendorong siswa mengembangkan ide melalui kerja sama. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, dokumentasi, dan tes hasil blajar yang mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkn bahwa penerpan metode The Power Of Two berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Rata-rata nilai murid menambah dari 75% pada siklus pertama menjadi 90,41% pada siklus kedua. Selain peningkatan akademik, terjadi juga peningkatan keaktifan, partisipasi, dan kemampuan berpikir kritis murid dalam proses pemblajaran. Metode ini menciptakn suasana blajar yang lebih aktif dan memotivasi  murid untuk saling berbagi pemahaman dengan kolaborasi bersama guru pendamping.