ABSTRAK Kepatuhan antenatal care (ANC) merupakan indikator penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan pencegahan komplikasi kehamilan. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada masalah ketidakpatuhan ANC, sementara kajian yang mengeksplorasi kondisi kepatuhan optimal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kepatuhan ANC ditinjau dari teori Health Belief Model (HBM) pada ibu hamil di Desa Sumbertlaseh, Kabupaten Bojonegoro, yang menunjukkan tingkat kepatuhan ANC sebesar 100%. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksploratif dengan pendekatan survei. Seluruh ibu hamil yang berjumlah 24 orang dijadikan responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konstruk HBM yang meliputi persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, cues to action, dan efikasi diri, serta data kepatuhan ANC berdasarkan catatan kunjungan pada buku KIA sesuai standar WHO 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ibu hamil patuh menjalani ANC, dengan seluruh konstruk HBM berada pada kategori sedang hingga tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepatuhan ANC yang optimal tidak hanya dipengaruhi oleh persepsi kerentanan, tetapi juga oleh persepsi manfaat, efikasi diri, dan dukungan lingkungan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan promotif berbasis HBM dalam mempertahankan dan mereplikasi kepatuhan ANC di masyarakat. Kata kunci: Antenatal care, kepatuhan, Health Belief Model, ibu hamil ABSTRACT Antenatal care (ANC) compliance is a key indicator in improving maternal health and preventing pregnancy complications. Most previous studies have focused on non-compliance, while limited attention has been given to contexts with optimal adherence. This study aimed to explore ANC compliance from the Health Belief Model (HBM) perspective among pregnant women in Sumbertlaseh Village, Bojonegoro Regency, where ANC compliance reached 100%. A descriptive exploratory design with a survey approach was employed. All 24 pregnant women in the village were included as respondents. Data were collected using an HBM-based questionnaire covering perceived susceptibility, severity, benefits, barriers, cues to action, and self-efficacy, along with ANC compliance data obtained from maternal health records based on the WHO 2016 standard. The results showed that all pregnant women were fully compliant with ANC visits, and all HBM constructs were categorized as moderate to high. These findings suggest that optimal ANC compliance is not solely driven by perceived susceptibility but is strongly influenced by perceived benefits, self-efficacy, and supportive environmental cues. This study highlights the relevance of HBM-based promotive strategies in sustaining and replicating high ANC compliance in community settings. Keywords: Antenatal care, compliance, Health Belief Model, pregnant women