Arip Adnan Kurniawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH DESA WISATA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT LOKAL DI DESA WISATA PANDAI BESI MEKARMAJU KABUPATEN BANDUNGh Wentri Merdiani; Arip Adnan Kurniawan
Jurnal Pengabdian Indonesia (JPI) Vol. 2 No. 1 (2026): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2026
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/jpi.v2i1.1910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desa wisata dan partisipasi masyarakat terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal di Desa Wisata Pandai Besi Mekarmaju, Kabupaten Bandung. Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki potensi pariwisata yang besar, dan desa wisata menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan perekonomian lokal. Desa Mekarmaju yang terkenal dengan kerajinan logamnya, menunjukkan potensi yang signifikan namun belum sepenuhnya tergarap. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 261 responden masyarakat lokal. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa wisata memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, dengan nilai skor indeks sebesar 69,5% yang menunjukkan kategori “Baik”. Partisipasi masyarakat juga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan, di mana keterlibatan warga dalam aktivitas wisata mendorong stabilitas usaha dan tambahan pendapatan. Hasil menunjukkan bahwa desa wisata dan partisipasi masyarakat secara simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat lokal, dengan nilai F hitung sebesar 119,418 dan signifikansi 0,000. Partisipasi masyarakat memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan variabel desa wisata, dengan nilai koefisien regresi masing-masing sebesar 0,666 dan 0,160. Nilai R² sebesar 0,507 menunjukkan bahwa 50,7% variasi pendapatan dijelaskan oleh dua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata harus dilakukan secara partisipatif agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan.