Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Makna Denotasi dan Konotasi pada Lirik Lagu yang Berjudul Sorai Karya Nadin Amizah Laili Dwi Rohmah; Rani Jayanti
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v4i1.2519

Abstract

Referring to Abdul Chaer’s semantic theory, this study aims to explain the denotative and connotative meanings contained in the lyrics of the song “Sorai” by Nadin Amizah. This study applies a qualitative descriptive method and uses content analysis techniques to identify words, phrases, and sentences in the lyrics that contain denotative and connotative meanings. The findings of this study indicate that the connotative meaning is more dominant and is manifested through the use of natural symbols and emotional expressions that represent human relationships, the process of healing inner wounds, sincerity, and acceptance of true love. This study found that the lyrics of the song “Sorai” not only function as a way to convey messages literally, but also as a way to express deep feelings. Therefore, by using Abdul Chaer’s theory, song lyrics can reveal layers of meaning and demonstrate the power of language as an emotional and aesthetic medium in musical works.  
Representasi Identitas Multikultural dalam Monolog “Aji” yang Ditampilkan SMAN 1 Gondang, Mojokerto Fatoni, Akhmad; Laili Dwi Rohmah; Sanctity , Nixie
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i1.2433

Abstract

Indonesia sebagai bangsa yang multikultural menghadirkan dinamika identitas yang kompleks akibat perjumpaan, percampuran, dan pertentangan antarbudaya. Kondisi tersebut tercermin dalam karya sastra, salah satunya drama monolog Aji karya Gabrielle Abogado. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi identitas multikultural tokoh Aji, mengungkap konflik budaya yang melatarinya, serta memaknai pesan sosial yang disampaikan melalui naskah dan pementasan drama monolog tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra dan psikologi sastra. Analisis didasarkan pada teori hibriditas dan third space Homi K. Bhabha (1994), serta didukung konsep identitas Stuart Hall dan multikulturalisme James A. Banks. Data penelitian berupa kutipan naskah monolog, dokumentasi pementasan, hasil observasi elemen teatrikal, dan sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Aji merepresentasikan identitas hibrida yang lahir dari perjumpaan tiga budaya, yaitu Jawa, Batak, dan Minangkabau. Identitas Aji tidak bersifat tunggal dan statis, melainkan cair dan terus dinegosiasikan melalui pengalaman personal, konflik keluarga, serta interaksi sosial. Konflik antara sistem patrilineal Batak dan matrilineal Minangkabau menjadi sumber utama krisis identitas yang berdampak pada kebingungan jati diri, trauma emosional, dan keterasingan sosial. Namun demikian, melalui seni ludruk, Aji menemukan ruang penerimaan dan pembebasan dari tekanan identitas kultural yang kaku. Seni berfungsi sebagai ruang ketiga yang memungkinkan terbentuknya identitas baru yang lebih reflektif, inklusif, dan humanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa drama monolog Aji tidak hanya merepresentasikan multikulturalisme, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap fanatisme budaya serta menegaskan pentingnya toleransi dan dialog dalam masyarakat majemuk.